BETANEWS.ID, PATI – Warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, yang menjadi korban banjir, sebagian memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat ini permukiman warga terendam air dengan ketinggian berkisar 70 centimeter hingga satu meter.
Slah satu warga, Siti Asmi, mengaku, mau tidak mau terpaksa harus mengungsi di balai desa. Sebab, rumahnya tidak aman lagi untuk ditinggali, karena adanya genangan banjir.
“Ini satu keluarga ngungsi di sini. Suami, anak, semuanya ngungsi. Air di rumah segini (sambil menunjuk dada). Tenan, Mas, segini,” ujar Asmi, Senin (18/3/2024).
Baca juga: Lima Hari Terendam Banjir, Korban Banjir di Pati Mulai Terserang Penyakit
Di pengungsian, saat ini yang dibutuhkan katanya adalah makanan dan pakaian laik pakai.
Sementara itu, Kepala Desa Doropayung Sugeng Legianto menyampaikan, ketinggian air banjir berkisar mulai 20 sentimeter sampai 1,5 meter.
“Ketinggian banjir di rumah sekitar 20 sampai 30 centimeter. Kalau jalan 1 meter sampai 1,5 meter, di RT 1 yang paling dalam,” ungkapnya.
Sugeng mencatat ada 438 rumah dengan 409 kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 1.249 jiwa terdampak banjir. Warga yang mulai mengungsi di balai desa ada 12 KK atau 32 jiwa dan di sanggar senam ada 9 KK yang berisi 23 jiwa.
Editor: Ahmad Muhlisin

