BETANEWS.ID, PATI – Rohaidah, nenek 82 tahun itu terbaring di atas tempat tidur. Ia bangkit perlahan ketika tim dari kepolisian, TNI dan relawan datang untuk mengevakuasi dirinya karena rumah yang ditinggalinya kebanjiran.
Setelah berbincang sebentar, tim kemudian membopong Mbah Rohaidah untuk dinaikkan ke atas perahu ukuran kecil. Akses menuju rumah Mbah Rohaidah yang sempit, tidak memungkinkan untuk dilalui perahu perahu karet.
Baca Juga: Lebih Separuh Badan Jalan Penghubung Pati-Purwodadi Amblas Akibat Longsor
Banjir yang menggenangi akses jalan menuju rumah Mbah Rohaidah, kedalaman airnya sudah mencapai sekitar 1 meter. Kondisi seperti ini, sudah terjadi sejak Kamis (14/3/2024) lalu di Desa Doropayung, Kecamayan Juwana, Pati. Bahkan, debit air terus bertambah hingga hari ini.
Khawatir banjir yang masuk ke dalam rumah juga semakin tinggi, akhirnya pihak keluarga Mbah Rohaidah meminta agar petugas untuk melakukan evakuasi nenek tersebut.
“Khawatir kalau airnya tambah terus. Ini mau diungsikan ke rumah saudara di Genengmulyo,” ujar Anik, anak dari Mbah Rohaidah, Minggu (17/3/2024).
Anik menyebut, bahwa ibunya sudah mengalami sakit sejak tiga tahun lalu. Dikhawatirkan terjadi sesuatu, dirinya kemudian mengungsikan sementara ke rumah saudaranya, sampai kondisi banjir surut.
Baca Juga: Sawah Terendam Banjir, Petani di Pati Terpaksa Panen Dini
Sementara Itu, Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Asfauri menyampaikan, bahwa evakuasi itu merupakan bentuk tanggap atas kondisi yang terjadi dan juga sebagai bentuk sosial.
“Kami mendapatkan informasi kalau di Desa Doropayung ini ada salah seorang warganya, yaitu nenek-nenek yang mengalami sakit. Kemudian, kami tim dari Polri dan juga TNI kemudian melakukan evakuasi, ” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

