BETANEWS.ID, KUDUS – Pada 2023, lahan eks Matahari dan Ngasirah dikabarkan menarik minat investor lokal. Namun, sudah setahun berlalu, lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus itu belum juga ‘laku’.
Koordinator Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Emy R. Harilasmi, mengatakan, investor itu rencananya akan membangun sebuah hotel yang terintegrasi dengan mal di lahan eks Matahari Kudus. Namun, setelah dihitung-hitung, lahannya hanya 5 ribu meter persegi, jadi kurang luas.
“Dengan luas lahan tersebut, mungkin dari kajian mereka (investor) tidak masuk. Jadi sampai sekarang belum ada kelanjutan lagi,” bebernya.
Baca juga: Fengsui Jadi Kendala Penyediaan Lahan Pabrik Tas Asal China di Kudus, Kok Bisa?
Sementara untuk lahan eks gedung Ngasirah, ungkapnya, juga akan dibangun hotel dan pusat perbelanjaan. Dengan luas kurang lebih 9.300 meter persegi, lahan tersebut sangat memungkinkan untuk dibangun hotel dan pusat perbelanjaan. Hal itu sebenarnya juga sudah sesuai dengan kajian DPMPTSP Kudus.
“Kajian kami di lahan eks Ngasirah, dibangun hotel. Di situ ada hall untuk disewakan, supermarket dan ada stand untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Namun, lagi-lagi ketertarikan itu tak jadi lagi. Dan, sampai sekarang belum ada yang berkenan,” ungkapnya.
Beberapa kali lahan eks Ngasirah dan eks Matahari Kudus memang sempat dilirik investor dari lokal maupun luar negeri. Namun, hingga kini realisasinya masih jauh panggang dari api.
Pemkab Kudus seolah kesulitan mendapatkan investor untuk berinvestasi di dua lahan yang sudah lama mangkrak itu. Padahal, lahan tersebut bisa dikatakan berada di jantung kota.
Baca juga: Berada di Jantung Kota, Kenapa Lahan Eks Matahari Kudus Tak Juga Diminati Investor?
Menurutnya, pada 2022 dikabarkan ada investor dari Tiongkok yang tertarik membangun mal lagi di lahan bekas Matahari Kudus. Bahkan sang investor sempat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Kudus. Namun, kelanjutan investasi itu pun akhirnya pudar tanpa kabar.
Investor Tiongkok hilang, investor lokal pun datang. Pada tahun 2023 ada investor yang juga melirik dua lahan tersebut. Tapi nyatanya hasilnya juga sama, lahan bekas Matahari dan bekas Gedung Ngasirah belum diminati oleh investor.
Editor: Ahmad Muhlisin

