Berada di Jantung Kota, Kenapa Lahan Eks Matahari Kudus Tak Juga Diminati Investor?

BETANEWS.ID, KUDUS – Eks lahan Matahari Plaza Kudus sudah cukup lama mangkrak. Beberapa kali dikabarkan dilirik investor, namun realisasinya tak kunjung terjadi. Lalu kenapa, lahan yang bisa dikatakan berada di wilayah jantung Kota Kretek itu tak diminati oleh investor?

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Harso Widodo mengungkap, memang ada persoalan ketika ingin memanfaatkan eks lahan Matahari untuk investasi. Yakni terkait regulasi pemanfaatan ruang untuk jalan, sebab di antara lahan eks Matahari dan Hypermarket itu ada jalan.

Baca Juga: Mulyo, Pernah Tirakatan di Eyang Sakri Rahtawu Hingga Istri Sembuh dari Kanker

-Advertisement-

“Persoalanya di jalan itu. Sesuai regulasi, luas lahan harus terpotong 17,5 meter untuk sepadan jalan, terhitung dari titik tengah jalan tersebut,” ujar Harso kepada Betanews.id saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Sehingga, kata Harso, lahan yang selebar sekian itu manakala terpotong sepadan jalan 17,5 meter maka yang bisa dibangun hanya beberapa persen saja. Tentu tidak akan bisa maksimal untuk didirikan bangunan.

“Untuk ukuran luas lahan eks Matahari Plasa Kudus tersebut kurang lebih 5 ribu meter persegi,” bebernya.

Mengenai persoalan jalan tersebut, lanjutnya, seyogyanya bisa jadi perhatian teman-teman di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupatan Kudus. Sebab, yang mempunyai kewenangan di bidang jalan adalah Dinas PUPR.

“Berkaitan dengan jalan itu, harapan kami ada komunikasi yang baik antara Dinas PUPR Kudus dengan Kementerian PUPR. Agar mohon kiranya nanti bisa dipertimbangkan terkait jalan tersebut dan sepadan jalan tidak harus semaksimal itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Kudus Kekurangan 600 Pengajar SD, Tanda Profesi Guru Tak Lagi Diminati?

Oleh sebab itu, terkait investasi di eks lahan Matahari Plaza Kudus Pemkab sangat bergantung pada hasil konsultasi Dinas PUPR dangan kementerian. Sebab, jika tak ada perubahan regulasi, lumayan sulit untuk investasi masuk di lahan tersebut.

“Kalau tidak ada perubahan regulasi atau tidak ada komunikasi terkait sepadan jalan, itu lumayan sulit untuk investasi masuk. Ya, walaupun masih memungkinkan sebenarnya,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER