BETANEWS.ID, KUDUS – Diduga kabur dan bawa uang ratusan calon jemaah umrah, Direktur sekaligus CEO Goldy Mixalmina cabang Kudus, HM Zyuhal Laila Nova akhirnya menampakan batang hidungnya. Pria yang akrab disapa Lila itu akan bertanggung jawab, termasuk mengembalikan uang para calon jemaah.
Dengan didampingi kuasa hukumnya, Yusuf Istanto, Lila menggelar konferensi pers di Loemento Cafe and Resto, Desa Rendeng, Kecamatan Kudus, Senin (26/2/2024).
Yusuf menyampaikan, bahwa kepergian kliennya tidak dalam ranah kabur. Hal itu dilakukan karena usahanya yang bergerak dalam biro perjalanan umroh ada kendala di pembayara tiket pesawat dan sedang diurus.
Baca juga: CEO Biro Umrah Kudus yang Diduga Kabur Akhirnya Muncul, Malah Ngaku Ditipu Rekanan Rp8 M
“Apabila kemungkinan terburuk terjadi, klien kami akan tetap bertanggung jawab terhadap para calon jemaah umrah yang jadi nasabahnya,” ujar Yusuf.
Pertanggungjawaban tersebut, ungkap Yusuf, bisa berupa pemberangkatan umrah maupun pengembalian uang para calon jemaah. Namun, memang tidak bisa dadakan, sebab menunggu aset klienya laku terjual terlebih dulu.
“Jika memang jemaah menghendaki pengembalian uang akan dikembalikan. Tapi memang butuh waktu, karena menunggu asetnya laku terjual,” bebernya.
Sementara itu, Lila menegaskan bahwa dirinya tidak kabur. Kepergiannya dalam rangka mengejar rekanan dalam pengurusan tiket pesawat. Selain itu, kepergiannya untuk mereschedule hotel di Arab Saudi yang sudah lunas dibayarnya untuk para calon jemaah umroh.
“Saat ini hotel yang sudah dibayar kita reschedule lagi. Saya nanti malam akan berangkat ke Arab lagi untuk merefund hotel-hotel tersebut. Jadi kalau melarikan diri insyaAllah tidak,” ujar Lila.
Baca juga: Sempat Terkatung-katung Setahun, Perangkat Desa Terpilih di Kudus Akhirnya Bisa Dilantik
Usaha biro umroh tersebut sudah berjalan selama 11 tahun. Menurutnya, tidak satu atau dua kali memberangkatkan jemaah umroh tapi sudah ratusan kali. Keluarganya juga masih di Kudus.
“Jadi insyaAllah kami tidak akan melarikan diri. Saya akan bertanggungjawab. Kami masih ada aset yang bisa untuk mengganti uang para calon jemaah,” tandasnya.
Disinggung aset yang akan digunakan untuk mengganti uang calon jemaah umroh, Lila mengaku ruko kantornya. Menurutnya, ruko kantornya itu dulu milik orang tuanya dan sekarang sudah jadi miliknya melalui skema beli dan waris.
“Ruko itu dulu milik orang tuaku. Ketika dijual dengan harga Rp8 miliar, saya pun membelinya. Jika saya jual, cukuplah mengganti uang calon jemaah umroh sebanyak 194 orang dengan nilai total Rp5 miliar,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

