BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak silih berganti berdatangan ke Horisona Komputer, yang berada di dekat Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Mereka tampak dilayani seorang pria yang tak lain adalah pemilik tempat, yaitu Moh Zaenal Arifin (45).
Di sela kesibukannya, Arifin bersedia berbagi informasi tentang usahanya yang dirintis sejak 2013 lalu itu. Di tempatnya, dia melayani semua keluhan dan kerusakan barang dari software maupun hardware.
“Kalau di sini kebanyakan kerusakan yang sudah kronis atau sudah parah. Kalau kerusakan biasa-biasa saja juga ada tapi jarang,” bebernya saat ditemui, Kamis (1/2/2024).
Baca juga: Markas Komputer, Pusatnya Laptop Bekas Berkualitas di Kudus
Berbagai produk yang bisa ia perbaiki meliputi komputer, laptop, printer, televisi, LCD komputer, proyektor, CCTV, dan sebagainya. Menurutnya, paling banyak kerusakan yang dilayani adalah komputer dan laptop.
“Kalau untuk biaya jasa perbaikan mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu, tergantung jenis kerusakan maupun butuh penggantian sparepart,” ungkapnya.
Usaha yang dirintis dengan modal Rp160 ribu itu kini mempunyai banyak pelanggan dari berbagai daerah yaitu Kudus, Pati, Jepara, Demak, Grobogan, Blora, Semarang, bahkan hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena selain membuka tempat secara offline, di sana juga melakukan pemasaran secara online.
“Selain perorangan, di sini juga banyak pelanggan dari instansi, perusahaan, maupun sekolahan. Bahkan banyak juga lemparan garapan dari teman,” tutur warga Desa Gribig RT 5 RW 2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu.
Baca juga: Servis dan Beli Peralatan Komputer di Klinik Laptop Bergaransi Uang Kembali
Sejauh ini, meski banyak usaha serupa, lanjut Arifin, Horisona Komputer selalu ramai dan menjadi jujugan setiap ada kerusakan barang. Ia mengaku, mendapat informasi dari pelanggannya bahwa di sana serba bisa mengatasi kerusakan barang. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga membuat pelanggan tetap setia.
“Untuk rencana ke depan ingin mengembangkan usaha dengan memproduksi televisi sendiri. Saat ini baru bangun infrastruktur, paling tidak, ya, dua atau tiga tahun lagi baru mulai jalan produksi,” imbuh bapak tiga anak tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

