BETANEWS.ID, KUDUS – Bina Marga Cipta Karya (BMCK) Jateng akan menindaklanjuti keluhan warga, terkait sering terjadinya kecelakaan di Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Beberapa kecelakaan di jalan tersebut diakibatkan jalan selalu tergenang air dan membuat jalan berlubang. Sehingga banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalur utama menuju Kabupaten Kudus tersebut.
Baca Juga: Bawaslu Kudus Belum ‘Endus’ Pelanggaran Netralitas Kades
Koordinator Lapangan DPU BMCK Provinsi Jawa Tengah, Budi Utomo mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan pembangunan jalan yang selama ini menjadi momok bagi pengendara jalan. Bahwa pembangunan jalan di kawasan itu sudah menjadi program yang akan dilakukan tahun ini.
“Kendalanya karena tidak ada saluran atau gorong-gorong. Sehingga jalan selalu Tergenang. Tapi ini sudah masuk program, mungkin habis lebaran jalan akan ditinggikan, menyambung dengan jalan yang sebelumnya,” ungkap Budi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (30/1/2024).
Sebab, katanya, jika dilakukan dalam waktu dekat ini tidak bisa selesai sampai lebaran. Mengingat, lebaran saat ini kurang dua sampai tiga bulan. Sehingga hal itu pembangunan akan dilaksanakan setelah lebaran sekalian.
Sementara ini yang dilakukan oleh BMCK Jateng, melakukan perbaikan secara berkala dengan menembel jalan yang rusak atau berlubang. Menurutnya, genangan air di Jalan Kudus-Purwodadi dibantu warga dengan penyedotan secara mandiri untuk menyurutkan air.
“Selama ini untuk genangan air yang ada di sana dibantu atau disedot warga yang mempunyai cucian. Kita tidak bisa menindaklanjuti karena agenda akan dikerjakan setelah lebaran,” ungkapnya.
Baca Juga: DBHCHT Kudus 2024 Turun Rp26 M Jadi Rp212 M, Ini Sebabnya
Ia menuturkan, rencana pembangunan jalan di sana akan dilakukan dengan panjang kurang lebih 150 meter ke arah selatan. Lalu untuk lebarnya menyamakan dengan ruas jalan yang ada yakni 7 meter. Sedangkan untuk ketinggian menyesuaikan dengan jalan yang sebelumnya.
“Rencana nanti pembangunan atau peninggian jalan dengan tidak ada pembangunan gorong-gorong. Karena di sana memang tidak ada gorong-gorongnya,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

