Ternadi Bike Park Jadi Penentu, Perebutan Juara Umum 76 Ultimate Downhill 2026 Makin Sengit

BETANEWS.ID, KUDUS – Ternadi Bike Park, Kudus, bersiap menjadi arena final battle 76 Ultimate Downhill 2026. Seri pamungkas yang menjadi penentu gelar juara umum itu akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 dan dipastikan menyajikan persaingan bertaraf internasional.

Ajang olahraga ekstrem besutan 76Rider ini sebelumnya telah melewati dua seri penuh dinamika di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, dan Arjuno Bike Park, Pasuruan. Ketatnya perebutan gelar juara tahun ini terlihat jelas di kelas Men Elite.

Posisi teratas klasemen sementara 76 Ultimate Downhill 2026 masih berpeluang berubah setelah dua seri pertama. Dua pembalap sepeda downhill teratas saat ini adalah Agung Prio Apriliano dengan 510 poin dan Putra Ganda Arrozak dengan 400 poin. Keduanya diikuti Yosi Saputro dengan 267 poin, Andy Prayoga dengan 262 poin, dan Mohammad Abdul Hakim dengan 220 poin.

-Advertisement-

Perwakilan penyelenggara 76Rider, Agnes C. Wuisan, menilai 76 Ultimate Downhill 2026 menghadirkan persaingan yang jauh lebih dinamis. Sebab, variasi lokasi dan lintasan tahun ini sangat berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan mengganti Klangon Bike Park dan Klemuk Bike Park.

Perubahan tersebut menuntut para pembalap keluar dari zona nyaman dan meningkatkan kemampuan mereka ke level yang lebih tinggi.

“Terjadi persaingan yang dinamis, tidak hanya di Men Elite tetapi juga di semua kelas. Penyebabnya adalah 70 persen lintasan tahun ini berbeda dengan dua tahun ke belakang. Ketika faktor hafalan tidak lagi ada di benak rider, mereka harus menyusun strategi baru menghadapi kejuaraan. Jadi, rider yang cepat bukan karena memori hafalan lintasan, tapi harus memiliki kecepatan beradaptasi, juga perhitungan teknis serta non teknis yang tepat dan terukur dalam menghadapi sebuah lintasan. Sekalipun ada repetisi penggunaan lintasan, kami selalu berusaha membuat perubahan,” katanya melalui siaran tertulisnya.

Baca juga : Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Indonesia Sukses Sabet Tiga Gelar

Terkait perebutan gelar juara umum, Agnes berharap seri terakhir 76 Ultimate Downhill 2026 di Ternadi Bike Park kembali menghadirkan persaingan sengit dan penuh kejutan di kelas prestasi. Menurutnya, Agung Prio dan Putra Ganda memiliki peluang besar untuk mengunci gelar juara umum di kelas Men Elite.

Namun, secara matematis, peluang Yosi Saputro, Andy Prayoga, dan Mohammad Abdul Hakim belum sepenuhnya tertutup.

Persaingan di kelas Men Junior juga tak kalah menarik karena selisih poin tiga pembalap teratas cukup tipis. Dimas Aradhana memimpin klasemen dengan 360 poin, hanya unggul 40 poin dari Ahmad Nasywa Ridhodin yang mengoleksi 320 poin. Sementara itu, Nazwa Agazani terus membayangi di posisi ketiga dengan 280 poin.

“Berkaca dari tahun lalu, Pahraz Salman Alparisi menguasai klasemen hingga seri kedua tahun lalu tetapi Pandu Satrio Perkasa yang keluar sebagai juara umum. Namun, tahun ini berganti menjadi Agung Prio, Putra Ganda, dan Yosi Saputro, nama-nama yang tahun lalu bahkan tidak terdengar. Artinya, kualitas rider Men Elite sangat merata, tinggal siapa yang mampu menampilkan performa terbaik dan perhitungan akurat akan keluar sebagai juara umum. Di kelas Men Junior pun tidak kalah menarik karena 2026 adalah tahun terakhir bagi tiga rider teratas di klasemen, yaitu Dimas, Ridho, dan Agazani. Mereka harus tampil habis-habisan demi menyandang status Junior Champion karena kesempatan itu tidak bisa diulang tahun depan,” terangnya.

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, mengatakan Ternadi Bike Park menjadi satu-satunya lokasi yang tidak diganti tahun ini. Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan perubahan lintasan untuk mengurangi faktor hafalan para pembalap.

Ia menuturkan, sejak seri kedua, pihaknya telah menghadirkan inovasi dengan menampilkan catatan waktu yang sebelumnya hanya tersedia di finish gate, kini juga ditayangkan melalui layar LED di area finis. Langkah ini diharapkan membuat para pembalap semakin menyadari pentingnya informasi catatan waktu sebagai bahan analisis untuk mengetahui faktor penyebab peningkatan maupun penurunan performa.

“Tahun ini kami melakukan perubahan rute di sisi tengah Ternadi Bike Park. Perubahan besar rencananya baru akan kami usahakan tahun depan di venue ini. Keamanan adalah salah satu pertimbangan tidak membuat perubahan yang signifikan. Selain itu, kami terus berusaha meningkatkan mutu dan kelas 76 Ultimate Downhill dengan menyempurnakan sistem perhitungan waktu dan penyebarannya karena downhill tidak melulu soal kecepatan tapi juga harus berdasarkan data-data akurat dan terukur,” ungkap Aditya.

Seri ketiga 76 Ultimate Downhill 2026 tetap mempertandingkan sepuluh kategori, yakni Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.

Dengan kualifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, Ternadi Bike Park diakui secara global memiliki karakteristik lintasan downhill ekstrem yang kompetitif.

Menyerah Bukan Pilihan

Tidak berada di puncak klasemen menjelang seri pamungkas justru semakin membakar ambisi Putra Ganda Arrozak di kelas Men Elite. Pembalap andalan Alaska Squad Racing Team itu menyambangi Ternadi Bike Park dengan persiapan matang, strategi jelas, dan kepercayaan diri tinggi.

“Saya akan mematangkan lagi visualisasi dan pengambilan race line, karena Ternadi Bike Park adalah trek yang saya sukai, di mana minim pedaling dan punya speed tinggi. Saya juga akan mempersiapkan setingan yang pas untuk sepeda seperti tekanan ban, fork, dan rear shock supaya bisa memaksimalkan balapan,” ujar Ganda.

Bagi Ganda, memasuki seri terakhir di posisi kedua klasemen sementara merupakan keuntungan tersendiri karena tekanan untuk menjadi juara justru tidak sepenuhnya tertuju kepadanya. Ia menilai tekanan berlebihan dapat menggerus performa.

Karena itu, ia bertekad tampil lebih rileks, menikmati setiap momen, dan lebih tenang menghadapi balapan penentu. Dengan begitu, ia bisa tampil lebih lepas, tetapi tetap fokus membidik poin maksimal untuk merebut puncak klasemen pada seri terakhir.

“Setelah melewati dua seri di 76 Ultimate Downhill tahun ini, saya harus lebih tenang dan lebih enjoy lagi saat seeding dan final run, karena itu sangat berpengaruh ke performa saya. Apabila saya tidak enjoy dan ada tekanan tersendiri, hasilnya tidak maksimal. Jadi untuk seri 3 besok, saya berusaha tenang dan enjoy, supaya bisa menjalani balapan dengan maksimal sesuai apa yang saya inginkan,” ucapnya.

Ambisi serupa ditunjukkan Nazwa Agazani dari tim 76Rider DH Squad yang masih berada di posisi ketiga klasemen kelas Men Junior. Baginya, balapan di Ternadi Bike Park bukan sekadar formalitas penutup, melainkan kesempatan terakhir untuk membalikkan keadaan.

Terlebih, tahun ini menjadi kesempatan terakhirnya membuktikan diri mampu menjadi juara di kelas Men Junior sebelum naik ke kelas Men Elite.

“Apapun masih bisa terjadi, karena tidak ada yang tak mungkin kalau mau berusaha. Strategi untuk mencapai posisi puncak itu masih terbuka, namun harus dicapai dengan catatan waktu tercepat di final run. Selama peluang masih dalam jangkauan, menyerah tanpa perlawanan bukanlah pilihan,” tegas Aga.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER