BETANEWS.ID, KUDUS – Nama Kabupaten Kudus selama bertahun-tahun lekat sebagai salah satu pusat peradaban, wisata religi, dan surga kuliner di Pulau Jawa. Namun, di balik lanskap kota yang sarat sejarah dan kehangatan tradisi, Kudus perlahan bertransformasi menjadi destinasi wisata olahraga atau sports tourism yang dinamis, modern, dan menantang.
Cerita tentang Kudus kini tak lagi terbatas pada keanggunan arsitektur Masjid Menara Kudus atau gurihnya soto kerbau. Kabupaten yang terletak di kaki Gunung Muria ini mulai menyatukan tiga potensi terbaiknya, yakni heritage and culture, nature and adventure, serta high-performance sports, menjadi ekosistem pariwisata terpadu yang siap memikat wisatawan.
Kombinasi unik tersebut membuat Kudus mulai disebut sebagai The Ultimate Adventure Playground, sebuah destinasi petualangan yang memadukan adrenalin, keasrian alam, dan kekayaan budaya sekaligus.
Kudus memiliki identitas kultural yang kuat dan unik. Kota ini menyimpan jejak sejarah toleransi dan spiritualitas peninggalan Wali Sanga, yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria. Wisatawan yang berkunjung akan disuguhi suasana ziarah yang khusyuk di kawasan Menara Kudus, sebuah mahakarya akulturasi budaya Islam dan Hindu yang autentik.
Namun, petualangan di Kudus tak lengkap tanpa mencicipi tradisi kulinernya yang kaya rempah. Kota ini memiliki tradisi olahan daging kerbau yang lahir dari kearifan lokal dalam menghormati antarumat beragama. Salah satu yang paling dikenal adalah soto Kudus berdaging kerbau yang empuk, berpadu dengan kuah bening bercita rasa gurih dan manis serta aroma rempah yang kuat.
Selain itu, Kudus memiliki garang asem dengan kuah pedas dan segar, lentog Tanjung yang gurih khas Desa Tanjungkarang, hingga sate kerbau bercita rasa manis dan gurih. Beragam kuliner tersebut menjadi pilihan untuk mengisi kembali energi wisatawan maupun atlet.
Kekayaan cita rasa itu semakin lengkap dengan secangkir kopi Muria, kopi robusta khas lereng gunung yang diproses secara tradisional.
Kudus sebagai Tuan Rumah Ajang Olahraga Nasional
Lompatan Kudus menjadi destinasi sports tourism didukung rekam jejak yang solid dalam menyelenggarakan berbagai ajang olahraga berskala regional, nasional, hingga internasional. Selama ini, Kudus dikenal sebagai kawah candradimuka sekaligus pusat prestasi bulu tangkis Indonesia melalui keberadaan PB Djarum. Kini, Kudus juga membuktikan kapasitasnya dalam mendukung berbagai cabang olahraga lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kejuaraan bergengsi sukses digelar di Kudus, antara lain:
- PON Bela Diri 2025, yang menjadi sejarah baru olahraga nasional dengan menjadikan Kudus sebagai tuan rumah perdana ajang multi cabang olahraga bela diri yang diikuti ribuan atlet dari seluruh provinsi di Indonesia.
- MilkLife Soccer Challenge, turnamen pengembangan sepak bola putri usia dini dari tingkat akar rumput.
- Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas), ajang kompetisi bulu tangkis tingkat nasional.
- Kejurnas Panahan Junior, ajang pembinaan atlet panahan muda berbakat tingkat nasional.
- Women’s Soccer Trilogy dan berbagai ajang lari, seperti Srikandi Merdeka Cup, Tiket.com Kudus Relay Marathon, dan Muria Trail Run.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta, menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan Kudus sebagai destinasi sports tourism.
“Dampak yang terjadi sangat luar biasa, sports tourism ini memberikan efek domino yang nyata bagi Kabupaten Kudus. Melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga, kami ingin menunjukkan bahwa Kudus siap menjadi bagian penting dalam pengembangan sports tourism Indonesia yang menggerakkan perekonomian warga lokal,” kata Sam’ani dalam ajang Hydroplus Soccer League – All Stars di Kudus pada Agustus 2026 lalu.
Surga Petualangan di Lereng Muria: The Ultimate Adventure Playground
Bagi para pencinta petualangan dan kegiatan luar ruang, Kudus menawarkan beragam pengalaman menarik. Bentang alam Gunung Muria menghadirkan pesona visual sekaligus tantangan fisik. Hutan pinus yang rindang, udara pegunungan yang sejuk, serta topografi yang beragam menjadikan kawasan Muria sebagai lokasi ideal untuk berbagai aktivitas rekreasi dan petualangan.
Sektor pariwisata alam di Kudus terus berkembang dengan menghadirkan beragam pilihan atraksi.
Dari wisata alam dan spot foto, terdapat Wana Wisata Ternadi, Gardu Pandang dan Bukit Kakas yang menyajikan lanskap Kudus dari ketinggian, hingga Air Terjun Padas Awu.
Untuk aktivitas petualangan, wisatawan dapat mencoba olahraga paralayang di Ternadi, berkemah dan mengikuti kegiatan luar ruang, hingga menjajal rute lintas alam serta lintasan sepeda gunung atau mountain bike (MTB) yang menantang.
Keasrian alam Muria juga menjadi daya tarik berbagai acara luar ruang bergengsi, seperti Muria Trail Run (MTR). Ajang tersebut diikuti ratusan pelari lintas alam yang menaklukkan rute ekstrem di lereng gunung sekaligus mengusung misi konservasi lingkungan.
Puncak Adrenalin: 76 Ultimate Downhill 2026 Putaran Final di Ternadi Bike Park
Kudus kembali membuktikan potensinya sebagai destinasi sports tourism melalui kejuaraan balap sepeda menuruni gunung, 76 Ultimate Downhill 2026 Seri Ketiga. Ajang bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Ternadi Bike Park, Kudus, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Ternadi Bike Park bukan lintasan downhill biasa. Trek yang berada di Kecamatan Dawe ini merupakan salah satu dari sedikit lintasan downhill di Indonesia yang mengantongi lisensi C1 dari Union Cycliste Internationale (UCI), badan induk olahraga balap sepeda dunia.
Lisensi C1 menandakan bahwa Ternadi Bike Park memenuhi standar teknis dan persyaratan kompetisi internasional sehingga dapat menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan yang memberikan poin peringkat UCI.
Dengan rintangan lintasan yang bervariasi, mulai dari rock garden alami, drop-off tinggi, tabletop yang menantang, hingga tikungan berm tajam di tengah rimbunnya vegetasi Muria, Ternadi menawarkan ujian fisik dan mental bagi para atlet downhill elite.
Tantangan di Ternadi Bike Park diakui oleh atlet downhill Indonesia, M. Abdul Hakim. Atlet yang pernah menempati peringkat ke-94 dunia dalam UCI World Ranking tersebut memiliki kesan tersendiri saat berlaga di Kudus.
“Ternadi Bike Park itu punya tempat spesial di hati para rider. Treknya diakui secara internasional (UCI C1) karena menyajikan rintangan yang sangat komplit. Karakteristik tanahnya, variasi section batu, jumping-an, sampai perubahan cuaca khas lereng Muria benar-benar menguji batas kemampuan atlet.
Tapi uniknya, balapan di Kudus itu enggak cuma bikin tegang. Begitu selesai run atau latihan, kita bisa langsung menikmati indahnya alam Muria, nongkrong minum Kopi Muria, atau kulineran Soto Kerbau. Menurut saya kombinasi trek downhill kelas dunia dan atmosfer wisatanya bikin Kudus layak banget disebut sebagai The Ultimate Adventure Playground,” sebutnya.
Karena itu, 76 Ultimate Downhill di Ternadi bukan sekadar ajang adu cepat di atas sepeda, melainkan juga pertunjukan sinergi antara adrenalin, keindahan alam Gunung Muria, dan kehangatan budaya Kudus.
Melalui ajang ini, Kudus berupaya memperkuat posisinya sebagai destinasi sports tourism yang siap menyambut para petualang dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Editor: Kholistiono

