BETANEWS.ID, KUDUS – Pebulu tangkis muda Indonesia, Richie Duta Richardo, membuat kejutan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Ia menyingkirkan seniornya, Anthony Sinisuka Ginting, melalui kemenangan dua gim langsung 21-19, 21-12 pada babak 16 besar tunggal putra di Djarum Arena, Kudus, Kamis (22/10/2026).
Kemenangan tersebut diraih Richie setelah melewati persaingan ketat pada gim pertama. Menghadapi pemain berpengalaman yang sudah sering ditemuinya saat latihan, Richie mampu bangkit dan mengambil alih kendali permainan hingga memastikan kemenangan.
Richie mengakui sempat tertinggal pada awal gim pertama. Namun, ia mulai menemukan celah dalam permainan Anthony setelah interval hingga mampu membalikkan keadaan.
“Karena Anthony Ginting senior saya yang sudah berpengalaman, saya kalah start di awal game tadi. Tapi setelah interval game pertama saya mendapatkan celah jadi bisa membalikkan keadaan,” kata Richie usai pertandingan.
Menurut Richie, kesabaran menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangannya. Ia memilih tidak terburu-buru dalam menyerang dan berusaha memperpanjang reli untuk mencari peluang.
“Kunci kemenangan saya tidak bermain terburu-buru dan banyak bermain rally, jadi harus lebih banyak main sabar,” ujarnya.
Richie mengaku bersyukur bisa menuntaskan pertandingan tanpa mengalami cedera. Ia juga merasa rencana permainan yang disiapkan sebelum bertanding dapat dijalankan dengan baik di lapangan.
Menghadapi babak berikutnya, Richie memilih berfokus pada evaluasi permainan dan persiapan diri ketimbang memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi. Baginya, kemampuan mengendalikan permainan sendiri menjadi salah satu penentu hasil pertandingan.
“Babak selanjutnya saya ingin menunjukkan penampilan yang terbaik saja. Lawan siapapun saya akan persiapkan diri sebaik mungkin, seperti evaluasi permainan dan fokus sama diri sendiri, karena yang menentukan menang kalah itu dari diri kita sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Anthony Ginting mengakui Richie tampil lebih baik dalam pertemuan mereka kali ini. Menurutnya, kedua pemain sudah saling memahami kelebihan dan kelemahan masing-masing karena kerap bertemu dalam sesi latihan.
“Hari ini Richie bisa bermain lebih baik, jarang melakukan kesalahan sendiri,” kata Ginting.
Ia menilai dirinya kurang mampu memanfaatkan keunggulan saat memimpin pada gim pertama. Kondisi tersebut membuat Richie semakin percaya diri dan lebih memahami pola permainan yang efektif untuk menghadapi dirinya pada gim kedua.
Meski tersingkir, Ginting menganggap hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Ia menilai penampilan saat latihan tidak selalu bisa diterapkan dengan hasil yang sama ketika bertanding. Karena itu, aspek teknis maupun nonteknis perlu terus diperbaiki.
“Evaluasi secara keseluruhan dari pola permainan dan pola pikir, karena setiap lawan punya strategi masing-masing dan berbeda polanya, jadi harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat di lapangan. Selain itu juga harus bisa lebih menikmati permainan,” ujarnya.
Kekalahan dari Richie sekaligus mengakhiri langkah Ginting di babak 16 besar Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Sementara itu, Richie melanjutkan perjuangannya di turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 tersebut dengan membawa kepercayaan diri setelah mengalahkan salah satu pemain senior Indonesia.
Editor: Kholistiono

