Milatul Khaqimah Incar Podium Utama dan Gelar Overall Pertama di 76 Ultimate Downhill 2026

BETANEWS.ID, KUDUS – Kejuaraan balap sepeda gunung 76 Ultimate Downhill 2026 memasuki seri pamungkas dengan persaingan yang semakin sengit. Kondisi lintasan Ternadi Bike Park yang optimal setelah diguyur hujan semalam membuat para pembalap di berbagai kelas, mulai dari Women Elite, Men Junior, hingga Men Elite, mampu mencatatkan waktu kompetitif sejak sesi seeding run.

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, menyampaikan bahwa persaingan perebutan poin pada seri penutup ini berlangsung sangat ketat. Karakter lintasan yang menuntut kecepatan tinggi berpadu dengan kondisi tanah yang ideal sehingga mendukung para atlet untuk tampil maksimal.

“Ini merupakan seri terakhir di mana raihan poin sangat krusial untuk menentukan gelar juara umum (championship). Di kelas Women Elite sorotan tertuju pada Milatul Khaqimah, sementara di kelas Men Elite ada persaingan ketat serta kelas Men Junior yang tidak kalah seru,” kata Aditya, Sabtu (31/10/2026).

-Advertisement-

Aditya menambahkan, meski catatan waktu para atlet pada babak seeding berada di kisaran tiga menit hingga 3 menit 20 detik, beberapa pembalap tampak masih berhitung dan mengukur risiko demi menjaga stamina serta performa untuk babak final.

“Karakter treknya memang sangat high speed, tanahnya dalam kondisi prima. Risikonya tentu makin kencang speed-nya, makin tinggi pula tantangannya. Harapan kami para rider bisa tampil all-out di final run besok dan semoga cuaca bersahabat agar dapat menghadirkan tontonan yang menarik,” ungkapnya.

Dukungan terhadap kejuaraan balap sepeda nasional ini juga ditegaskan oleh federasi. Sekretaris Jenderal Indonesian Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan ajang yang telah terdaftar secara resmi dalam agenda Union Cycliste Internationale (UCI) dan ICF tersebut.

“Kami hadir memenuhi undangan panitia dan memberikan dukungan penuh. Penyelenggaraannya luar biasa dan sangat baik. Melihat potensi yang ada, kami bersama pihak manajemen berencana mengusulkan agar tahun depan skala kejuaraan ini ditingkatkan menjadi event tingkat Asia dengan mengundang federasi se-Asia,” jelasnya.

Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet nasional dan penggawa tim nasional, ICF juga menaruh perhatian besar pada diplomasi internasional terkait cabang olahraga downhill dalam ajang multievent regional seperti SEA Games maupun Asian Games.

“ICF ke depan akan memperbanyak kompetisi resmi yang terdaftar di UCI maupun tingkat Asia. Kami juga terus melakukan komunikasi dan diplomasi melalui NOC Indonesia serta Kemenpora ke pihak federasi ASEAN agar nomor-nomor seperti Downhill dapat kembali dipertandingkan secara rutin,” paparnya.

Sementara itu, dari sektor putri, atlet downhill Milatul Khaqimah menunjukkan dominasinya dengan menempati posisi pertama pada babak seeding run kelas Women Elite. Ia mencatatkan waktu 3 menit 19 detik.

Milatul, yang saat ini memimpin perolehan poin klasemen, mengincar hasil terbaik demi mengunci gelar juara umum.

“Alhamdulillah latihan dan seeding berjalan lancar tanpa kendala. Saya sangat menyukai karakter trek di sini karena kencang, pedaling-nya sedikit, serta memiliki variasi obstacle, rock garden, dan gap yang lumayan besar,” tuturnya.

Menghadapi babak final, Milatul telah menyiapkan strategi, termasuk melakukan penyesuaian teknis pada sepeda untuk mengantisipasi perubahan cuaca.

“Jika cuaca berubah hujan, saya sudah siapkan strategi merubah setelan suspensi (RockShox) menjadi lebih soft serta mengganti ban khusus trek basah. Mengenai tekanan ban saat ini, saya menggunakan tekanan 22 psi di depan dan 23 psi di belakang dengan fork angin 85 psi. Semoga besok bisa tampil konsisten meraih podium pertama dan menyabet gelar overall pertama saya di ajang Indonesia Downhill ini,” imbuhnya.

Diketahui, seri pamungkas yang menjadi penentu gelar juara umum berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Kejuaraan ini dipastikan menyajikan persaingan bertaraf internasional.

Ajang olahraga ekstrem besutan 76Rider tersebut sebelumnya telah melewati dua seri yang berlangsung penuh dinamika di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, dan Arjuno Bike Park, Pasuruan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER