BETANEWS.ID, KUDUS – Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi saat ini terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Hingga kini, progres perbaikan jalan tersebut telah mencapai 76,8 persen, melampaui target pekan ini sebesar 67,5 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 9,3 persen.
Sebagai informasi, perbaikan ruas jalan tersebut menyasar paket pekerjaan penggantian beton sebanyak 78 segmen di sepanjang jalur Jati-Klambu dengan total panjang sekitar 12,5 kilometer. Adapun anggaran rehabilitasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2026 sebesar Rp1,5 miliar.
Ketua Pokja Jepara-Kudus pada BPJ DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, Parjo, menyampaikan bahwa pekerjaan ruas jalan tersebut merupakan lanjutan dari pekerjaan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Selain itu, perbaikan jalan juga bertujuan untuk memberikan pelayanan arus lalu lintas yang lebih aman dan lancar bagi masyarakat.
Ia menuturkan, progres perbaikan jalan terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari capaian pekerjaan yang melampaui target pekan ini dengan deviasi positif sebesar 9,3 persen.
“Dari total segmen sebanyak 78, kini masih tersisa 20 segmen yang belum dikerjakan. Tetapi dari 20 segmen itu sudah ada sebagian yang sudah digali untuk dilakukan pergantian beton baru,” bebernya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, masih ada tujuh segmen yang belum dilakukan penggalian. Dengan progres yang saat ini berjalan, pihaknya optimistis pekerjaan bisa diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Untuk pekerjaan yang kita lakukan ini sudah sesuai prosedur. Mengingat pekerjaan dilakukan dengan penggalian menunggu pekerjaan cor baru selesai baru melakukan penggalian di titik lainnya karena kami mempertimbangkan arus lalu lintas,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, titik pekerjaan yang telah digali akan segera ditangani untuk tahap berikutnya, mulai dari pemadatan hingga proses benol (cor awal sebelum pengecoran). Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kelancaran dan keamanan pengguna jalan, mengingat arus lalu lintas di kawasan itu cukup padat.
“Kita utamakan untuk yang sudah digali, itu ditutup dulu, dipadatkan dulu, kemudian ditutup dulu, tujuan kami adalah untuk apa? Kelancaran keamanan pengguna jalan,” terangnya.
Editor: Kholistiono

