BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan anak TK dan SD di Kabupaten Kudus menyalurkan kreativitas mereka melalui Lomba Mewarnai dan Menggambar bertema “Aku Berani Cetak Gol” yang menjadi bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026. Melalui lomba tersebut, panitia tak hanya memberi ruang bagi anak-anak untuk berkarya, tetapi juga mengenalkan sepak bola putri sejak usia dini.
Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang digelar di panggung utama halaman depan Supersoccer Arena (SSA) Rendeng, Kudus, Jumat (26/6/2026). Momen itu menjadi penutup rangkaian lomba yang berlangsung selama dua hari, yakni 24 hingga 25 Juni 2026.
Ketua Panitia Lomba, Welly Arisanto, mengatakan lomba mewarnai dan menggambar menjadi salah satu cara memperkenalkan sepak bola putri kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan. Sasaran kegiatan ini adalah siswi TK hingga SD kelas 4 agar mereka mulai mengenal olahraga tersebut sejak dini.
“Lomba mewarnai dan menggambar ini sebenarnya ingin melibatkan anak-anak putri mulai tingkat TK hingga SD kelas 4 supaya mereka terinspirasi lewat kegiatan sepak bola putri,” ujar Welly di SSA Rendeng, Kudus, Jumat (26/6/2026).
Menurut Welly, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menggaungkan tiga agenda besar sepak bola putri yang akan digelar di Kudus, yakni MilkLife Soccer Challenge All Stars, HydroPlus Soccer League (HPSL) All Stars, dan turnamen internasional Srikandi Cup.
Baca juga : Kudus Lolos Sempurna ke Perempat Final, Tiga Laga Rematch Panaskan 8 Besar MLSC All-Stars 2026
“Lewat kegiatan ini kami ingin menggaungkan tiga event besar sepak bola putri. Harapannya, anak-anak mengenal sepak bola putri melalui kegiatan menggambar dan mewarnai yang mereka sukai,” katanya.
Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Lomba mewarnai tingkat TK diikuti lebih dari 100 peserta, sedangkan lomba menggambar tingkat SD diikuti hampir 200 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Kudus.
Welly menilai tema sepak bola putri mampu diterjemahkan dengan baik oleh para peserta. Hal itu terlihat dari sebagian besar karya para pemenang yang menampilkan aktivitas bermain sepak bola.
“Anak-anak bebas berkreasi, tetapi hampir semua gambar para pemenang mengangkat tema sepak bola. Artinya, pesan yang ingin kami sampaikan bisa diterima dengan baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik menekuni sepak bola. Dengan begitu, akan lahir bibit-bibit pesepak bola putri yang kelak mampu berprestasi hingga memperkuat tim nasional Indonesia.
“Harapan kami, minat anak-anak putri terhadap sepak bola terus berkembang. Nantinya akan muncul bibit-bibit baru yang berlatih, berkompetisi, hingga bisa menjadi pemain yang menyuplai tim nasional Indonesia,” tegasnya.
Salah satu pemenang, Elfis Syarifa, mengaku tak menyangka berhasil meraih Juara I kategori Lomba Menggambar SD kelas 3–4. Siswi kelas 4 MI NU Miftahul Ulum 2 Karangmalang itu mengangkat gambar seorang anak perempuan yang sedang menendang bola sesuai tema lomba.
“Saya senang sekali bisa menjadi juara satu. Saya menggambar anak perempuan yang sedang menendang bola sesuai tema lomba,” tuturnya.
Elfis mengatakan dirinya telah mempersiapkan diri sebelum lomba dengan rutin berlatih menggambar. Berbagai referensi yang pernah dilihat kemudian ia kembangkan menjadi karya sesuai imajinasinya.
“Sebelum lomba saya latihan dulu, lalu mengingat-ingat gambar yang pernah saya lihat, kemudian saya gambar sendiri,” katanya.
Meski sekolahnya belum memiliki kegiatan sepak bola putri, Elfis mengaku tertarik mencoba olahraga tersebut apabila ada kesempatan. Baginya, lomba ini menjadi pengalaman baru yang membuatnya semakin mengenal sepak bola putri.
“Kalau ada kesempatan saya ingin ikut bermain sepak bola. Di sekolah saya memang belum ada kegiatan sepak bola putri,” ujarnya.
Prestasi di MLSC All Stars 2026 menambah deretan pencapaian Elfis di bidang seni. Sebelumnya, ia telah beberapa kali meraih juara lomba menggambar mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Alhamdulillah, sebelumnya saya juga pernah juara lomba menggambar dari tingkat kecamatan sampai kabupaten. Saya memang sejak kecil senang menggambar dan mewarnai,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

