Berkah Buka Luwur Sunan Kudus, Ribuan Porsi Sego Jangkrik Siap Didistribusikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) kembali akan mendistribusikan makanan khas Kudus, yakni Sego Jangkrik, kepada masyarakat maupun peziarah Makam Sunan Kudus dalam puncak rangkaian Buka Luwur Sunan Kudus 1448 Hijriah. Makanan tersebut merupakan sajian khas yang selalu hadir saat Haul Sunan Kudus.

Humas YM3SK, Tabiul Mujtaba, menyampaikan bahwa aktivitas Dapur Matoan telah dimulai sejak dini hari dengan melibatkan sekitar seribu perewang (relawan). Menurutnya, proses adhang nasi dilaksanakan sebagai tahapan awal dalam menyiapkan ribuan porsi makanan yang akan dibagikan kepada kiai, masyarakat, serta para peziarah.

“Bahkan sebelum pukul 02.00 WIB, para perewang telah bersiap menjalankan proses memasak nasi. Kegiatan ini menjadi salah satu pekerjaan penting dalam rangkaian puncak Buka Luwur, mengingat nasi yang dimasak akan menjadi bagian utama dari berkat yang nantinya didistribusikan,” bebernya.

-Advertisement-

Pada pelaksanaan tahun ini, setidaknya terdapat 22 ekor kerbau dan 91 ekor kambing yang disembelih. Ratusan hewan tersebut merupakan sedekah yang diterima pihak yayasan untuk diolah menjadi Sego Jangkrik dan sego uyam asem.

Menurutnya, panitia merencanakan lima kali angkatan adhang nasi. Setiap angkatan menggunakan 20 dandang besar yang telah ditata di area Dapur Matoan. Dalam satu dandang dimasukkan sekitar 91 kilogram beras, sehingga setiap angkatan mampu menghasilkan nasi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan berkat Buka Luwur.

Baca juga : Tangan-Tangan Perempuan di Balik Larisnya Serabi Ngampin

“Untuk nasinya, kami rencanakan memasak hingga 9,1 ton beras. Sedangkan untuk target pembagian atau distribusi masih dalam proses perhitungan, jadi belum bisa menyebut angka,” terangnya.

Ia menjelaskan, proses memasak dilakukan secara gotong royong oleh para perewang yang telah bertugas sejak malam hari. Dengan pengalaman dan koordinasi yang baik, setiap tahapan dikerjakan secara cermat agar kualitas nasi tetap terjaga meskipun dimasak dalam jumlah besar.

“Untuk jumlah perewang tahun ini sekitar 1.000 orang,” tuturnya.

Ia menambahkan, jadwal pendistribusian Sego Jangkrik akan dimulai setelah Subuh. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Perhimpunan Pemangku Punden dan Belik (P3B) Kabupaten Kudus untuk mendistribusikan nasi berkat tersebut.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER