31 C
Kudus
Rabu, Februari 25, 2026

Terima Sampah 150 Ton Per Hari, Usia TPA Bandengan Jepara Diprediksi Tinggal 2 Tahun Lagi

BETANEWS.ID, JEPARA– Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bandengan yang berada di Desa Bandengan, Kecamatan/Kabupaten Jepara kondisinya kini sudah overload.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, dengan kondisi saat ini, satu-satunya TPA yang berada di Jepara itu diprediksi hanya mampu menerima sampah tidak sampai dua tahun ke depan.

“TPA Bandengan ini diprediksi usianya tidak sampai dua tahun,” katanya saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (NPSN) di Pantai Tirta Samudera Bandengan pada Selasa, (24/2/2026).

-Advertisement-

Wiwit menyebutkan, terdapat delapan daerah yang menjadi penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jepara. Rinciannya, Kecamatan Kalinyamat dengan produksi sampah sekitar 535,3 ton per bulan, Kecamatan Jepara 130,1 ton per bulan, Kecamatan Welahan 115,8 ton per bulan, Kecamatan Mayong 98,1 ton per bulan, Kecamatan Tahunan 87,5 ton per bulan, Kecamatan Pecangaan 86,9 ton per bulan, Kecamatan Bangsri 36,5 ton per bulan, dan Kecamatan Kedung 22,9 ton per bulan.

Penanganan nantinya, akan dilakukan dari daerah hulu yaitu dengan mencari darimana sumber sampah tersebut berasal.

“Kita urus dari hulunya, yaitu dari sumber-sumber sampahnya. Kemarin kita rapatkan, ini sedang kita mitigasi sumber-sumbernya,” ujarnya.

Setelah diketahui darimana sumber sampah tersebut berasal, baru nantinya ia akan mengambil kebijakan untuk penanganan sampah.

Baca juga: Peringati HPSN 2026, Pemkab Kudus Gelar Aksi Bersih Sampah Serentak di Balai Jagong

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Rini Patmini mengatakan, dalam sehari jumlah sampah yang masuk ke TPA Bandengan sekitar 150 ton per hari. Sampah itu berasal dari seluruh wilayah di Kabupaten Jepara.

Luas TPA Bandengan saat ini yaitu sekitar 7,6 hektare. Akan tetapi, hanya 1,4 hektare yang masih aktif untuk menampung sampah.

“Kondisinya ini memang mendekati sudah hampir penuh, sehingga memang harus ada langkah-langkah masif untuk menekan laju sampah yang masuk ke TPA,” katanya.

Selain upaya penanganan dari pemerintah, Rini berharap masyarakat juga memiliki kesadaran untuk mengolah sampah.

“Kami berharap masyarakat bisa sadar juga bahwa sampah adalah tanggung jawabmu, sehingga tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi ayo kesadaran mengolah sampah dimulai dari diri kita masing-masing,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER