BETANEWS.ID, PATI – Dentuman kembang api bersahutan memecah keheningan malam, sementara kepulan asap merah dari flare di Alun-alun Simpang Lima Pati, pada Selasa malam (20/1/2026).
Aksi ini dilakukan oleh sejumlah aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) begitu KPK menetapkan Bupati Pati Sudewo menjadi tersangka.
Baca Juga: Pasca-Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Tahta K1 Beralih ke Chandra
Mereka berpesta kembang api sebagai ekspresi kegembiraan atas penetapan status tersangka terhadap Sudewo.
Sutikno, yang akrab disapa Paijan Jawi, salah satu tokoh AMPB yang hadir di lokasi, mengatakan, bahwa aksi menyalakan kembang api ini bukan euforia tanpa makna, melainkan bentuk rasa syukur yang mendalam.
Menurutnya, langkah tegas KPK dalam mengusut kasus dugaan jual-beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati merupakan kemenangan bagi keadilan.
“Ini rasa syukur kami karena Bapak Bupati Sudewo sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saya ingin berterima kasih kepada KPK karena sudah menunjukkan kalau hukum itu memang harus adil dan tidak boleh tebang pilih,” ujar Paijan.
Dia menyampaikan, bahwa aksi ini juga merupakan bentuk penunaian janji atau nazar lama.
Ia mengenang pesan dari rekan seperjuangannya, Supriyono alias Botok, yang saat ini masih mendekam di penjara atas kasus pemblokiran Jalan Pantura saat berunjuk rasa.
Dahulu, mereka sempat berencana merayakan pemakzulan Sudewo dengan petasan, namun rencana itu kandas setelah mereka merasa dikhianati oleh proses politik di tingkat DPRD Pati.
Meski langit malam itu dihiasi warna-warni kembang api, Sutikno mengaku menyimpan sedikit rasa getir.
“Hati senang tapi juga sedih. Sedihnya karena Mas Botok masih dipenjara. Harapan saya, Mas Botok bisa segera dibebaskan,” tambahnya sambil memegang suar yang membara merah.
Menatap masa depan Kabupaten Pati, Sutikno menitipkan pesan kepada Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang kemungkinan akan menggantikan posisi Sudewo, agar membawa perubahan yang nyata.
Baca Juga: MIN 2 Pati Gelar Kerja Bakti Usai Banjir Rendam Madrasah, KBM Ditargetkan Segera Normal
Ia menuntut adanya transparansi penuh dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan agar uang rakyat benar-benar dikembalikan untuk kepentingan pembangunan, bukan untuk kepentingan segelintir pejabat.
Aksi yang berlangsung singkat ini diakhiri dengan membereskan sampah sisa kembang api.
Editor: Haikal Rosyada

