Hadapi Ancaman Bencana, BPBD Pati Genjot Pembentukan Mastana

BETANEWS.ID, PATI – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus digencarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Salah satunya melalui pengembangan program Masyarakat Tangguh Bencana (Mastana) yang kini telah menjangkau sejumlah wilayah rawan bencana di kabupaten tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyampaikan, bahwa pengembangan Mastana telah dilakukan secara bertahap, baik di wilayah utara maupun selatan Pati. Untuk wilayah utara, program ini difokuskan di Kecamatan Dukuhseti.

Baca Juga: Bupati Pati Minta Kades Tak Main Politik, Sudewo: ‘Soal Politik Nanti Ada Saatnya’

-Advertisement-

Sementara di wilayah selatan, pengembangan Mastana menyasar sejumlah desa yang berada di sepanjang aliran sungai, mulai dari Desa Godo, Gunungpanti, Angkatan Lor, Angkatan Kidul, hingga Kecamatan Gabus. Selain itu, Kecamatan Juwana juga menjadi salah satu wilayah yang telah dibentuk Mastana.

“Kecamatan Juwana kita sudah bentuk Mastana. Kemudian di desa yang dekat dengan Pati, Desa Gadingrejo itu kita bentuk, kemudian di Dukuhseti, dan yang terakhir kemarin masyarakat atau desa yang berada di aliran Godo, mulai Godo, Gunungpanti, Angkatan Lor dan Kidul sampai dengan wilayah kecamatan Gabus,” ujar Martinus.

Menurutnya, pembentukan Mastana bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, terutama yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

Dengan adanya Mastana, masyarakat di wilayah hulu dan hilir diharapkan dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik guna meminimalkan risiko bencana.

“Masyarakat yang ada di hulu itu selalu berkomunikasi dengan masyarakat yang ada di hilir supaya saling mengingatkan,” ungkapnya.

Tak hanya Mastana, BPBD Kabupaten Pati juga terus mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Hingga saat ini, tercatat baru terdapat 27 Destana di seluruh wilayah Kabupaten Pati.

Baca Juga: Libatkan UMKM, SPPG Winong 1 Bagikan Menu MBG ke Warga 

Martinus mengakui, bahwa masih banyak desa yang belum memiliki Destana. Namun, pihaknya berkomitmen untuk mendorong pembentukan Destana di lebih banyak desa pada tahun mendatang, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

“Jadi Desa Tangguh Bencana atau Destana, memang kita belum seluruh Desa itu terbentuk Destana,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER