Sementara Program ZChicken disalurkan senilai Rp412.500.000 untuk 35 mustahik, dan Program Z-Auto menerima Rp40.000.000 untuk 2 mustahik.
Selain bantuan modal, BAZNAS juga memberikan pelatihan soft skill dan hard skill bagi penerima manfaat. Mustahik ZChicken, misalnya, langsung mendapatkan pelatihan pengelolaan usaha yang diikuti dengan pendampingan intensif agar bisnis mereka berkelanjutan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Jepara dapat memberikan dukungan kepada para mustahik, baik melalui pelatihan usaha lanjutan maupun pemesanan nasi box dari mitra ZChicken,” tambah Saidah.
Baca juga: Bukan Jual Angin, Wiwit Minta Persoalan Air di PDAM Jepara Segera Teratasi dalam Waktu Setahun
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa ketiga program ini bukan sekadar bantuan, melainkan langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dengan tiga program ini, BAZNAS tidak hanya memberi ruang tapi juga kail bagi masyarakat untuk mandiri. Ini trobosan yang bisa berlangsung lama dan mengentaskan kemiskinan di Jepara,” kata Witiarso.
Ia juga mengungkapkan bahwa akan ada satu program tambahan, yaitu ZCoffee, yang rencananya akan diluncurkan di Unisnu Jepara.
“Semoga keempat program ini membawa kegembiraan dan keberkahan bagi masyarakat Jepara,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

