31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Prestasi Bulutangkis Mandek, Liem Swie King Soroti Lemahnya Latihan Atlet Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – Legenda bulutangkis Indonesia, Liem Swie King, hadir langsung menyaksikan partai final Polytron Superliga Junior 2025 di GOR Bulutangkis Jati, Kudus, Minggu (22/9/2025). Kehadiran sosok berjuluk King of Smash itu sekaligus memberi semangat kepada para peserta muda yang tengah berjuang meraih prestasi.

King mengaku kagum dengan kualitas permainan para atlet junior Indonesia saat ini. Menurutnya, bakat anak-anak di dunia bulutangkis luar biasa dan menjanjikan. Namun, ia menyayangkan banyak dari mereka yang justru sulit bersaing ketika memasuki level senior dan dunia internasional.

Baca Juga: Makan Korban Jiwa, Proyek Jalan Kudus-Purwodadi Disebut Minim Rambu Peringatan dan Penerangan

-Advertisement-

“Bakat-bakat anak Indonesia di bulutangkis sangat luar biasa dan bikin kagum. Tapi yang saya heran, kenapa ketika dewasa mereka susah menjadi juara dunia,” ujar pria kelahiran Kudus 69 tahun silam itu.

Menurut King, dari sisi gizi maupun dukungan sains, atlet bulutangkis Indonesia sudah jauh lebih baik dibanding zamannya. Namun, kenyataannya, beberapa tahun terakhir Indonesia jarang melahirkan juara dunia.

Ia menolak anggapan bahwa latihan yang terlalu keras sejak usia dini bisa menjadi penyebab. Sebaliknya, King menilai justru latihan fisik yang keras dan konsisten harus dilakukan agar pemain mampu tampil tangguh di level dunia.

“Saya sering dengar pemain kita kehabisan tenaga kalau sudah rubber set. Itu artinya latihannya kurang keras. Zaman saya dulu, latihan fisik jauh lebih intens,” tegasnya.

King kemudian membagikan pengalamannya saat masih aktif sebagai atlet. Demi membentuk fisik yang kuat, ia terbiasa berlari dari pusat Kota Kudus hingga Colo. Bahkan, sekali dalam seminggu ia menempuh lari sejauh 25 kilometer.

“Saya juga terbiasa lari keliling lapangan sepak bola dengan target waktu. Dalam 12 menit, saya bisa delapan putaran. Pemain sekarang, saya rasa tidak ada yang sanggup begitu,” kenangnya.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Bupati Kudus saat Gelar Karnaval Budaya HUT ke-476 Kudus

Di akhir, King memberikan pesan khusus bagi para pebulutangkis muda Indonesia. Menurutnya, teknik memang penting, tetapi kekuatan fisik dan disiplin latihan menjadi kunci untuk bisa menjadi juara dunia.

“Program latihan dari pelatih harus dijalani sepenuh hati. Jangan takut capek. Disiplin dan kerja keras itu untuk bekal kalian sendiri agar bisa jadi pemain bulutangkis kelas dunia,” pesannya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER