31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Penutupan SD di Kudus Bertambah, SD 4 Kedungdowo Masuk Daftar

BETANEWS.ID, KUDUS – Rencana penutupan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus kembali bertambah. Setelah sebelumnya diumumkan tiga sekolah akan ditutup, kini bertambah satu lagi yakni SD 4 Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu.

Sedikitnya murid dan keberadaan satu kompleks atau lingkup dengan sekolah lain menjadi faktor utama empat sekolah di Kudus ditutup. Di mana SD 4 Kedungdowo berada satu lingkup dengan SD 3 Kedungdowo. 

Baca Juga: Pembahasan Ranperda PUG, Pansus ll DPRD Kudus Tekankan Kesetaraan Gender Berbasis Data

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengungkapkan, penambahan itu muncul setelah adanya rembukan bersama pihak terkait. SD 4 Kedungdowo berlokasi berdekatan dengan SD 3 Kedungdowo dan saat ini hanya memiliki total 47 siswa mulai kelas 1-6.

“Ada perkembangan penutupan sekolah, di antaranya di Kaliwungu ada satu lagi, SD 4 Kedungdowo. Baru kemarin Selasa (16/9/2025) sore fix sekolah akan ditutup,” jelas Anggun, Kamis (18/9/2025).

Menurutnya, keputusan tersebut sudah diketahui pihak sekolah. Koordinasi melibatkan koordinator wilayah (korwil), pemerintah desa, pihak sekolah, serta komite sekolah. Tahapan berikutnya, pihak sekolah bersama korwil akan menyampaikan informasi resmi kepada siswa dan orang tua.

“Orang tua siswa akan kita arahkan ke sekolah negeri terdekat. Kami beri waktu agar korwil bisa menjembatani dan mengkoordinasikan ke orang tua dan siswa,” ungkapnya.

Rencana penutupan ini juga akan diikuti dengan pemetaan guru dan kepala sekolah. Mereka akan dipindahkan setelah sekolah resmi ditutup. Sementara itu, aset-aset sekolah akan didata untuk dikelola sesuai mekanisme yang berlaku.

“Rencana pengelolaan aset nanti juga kami fasilitasi, jangan sampai ada yang tercecer. Mekanismenya akan mengikuti pengaturan dari pengelolaan aset daerah,” tegasnya.

Baca Juga: Demi Kudus Mampu Gondol Adipura, Penataan TPA Tanjungrejo Terus Dikebut

Ia menambahkan, proses penutupan dan pemindahan siswa akan dilakukan setelah semester ganjil usai. Hal itu dilakukan supaya tidak menggangu proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Semester genap, antara Desember atau Januari awal baru siswa akan kita distribusikan ke sekolah negeri lainnya, sesuai dengan keinginan mereka,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER