BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus melakukan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Hal tersebut guna mempersiapkan penilaian penghargaan Adipura 2025.
Pelaksana Harian (Plh) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Sulisyawati menyampaikan, satu di antara penilaian penghargaan Adipura adalah kondisi TPA. Oleh karena itu, saat ini terus dilakukan pembenahan.
Baca Juga: Tanggapi Keluhan Siswa SD 2 Purwosari, Anggun: ‘Mohon Maaf, Pengadaan Barjas Butuh Waktu’
“Pembenahan di TPA terus dilakukan. Selain untuk penilaian Adipura, juga agar sampah lebih tertata,” ujar Sulis kepada Betanews.id di ruang kerjanya belum lama ini.
Sulis merinci beberapa kegiatan pekerjaan di TPA Tanjungrejo. Antara lain, perbaikan kolam lindi. Hal tersebut agar tak ada cairan lindi yang merembes keluar dan mencemari lingkungan. Kemudian ada juga penambahan listrik tiga phase.
“Penambahan listrik telah selesai dikerjakan. Penambahan listrik tersebut untuk menyalakan pompa dan aerator yang akan dipasang di kolam lindi. Sebab IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) lindi TPA Tanjungrejo nanti akan dikasih pompa serta aerator,” bebernya.
Tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo, kata Sulis, juga terus ditata dengan sistem controlled landfill. Dengan sistem ini sampah yang menumpuk kemudian dirakatan dan kemudian ditutup dengan tanah untuk nanti dibuangi sampah lagi.
“Kemarin sudah kita proses untuk meratakan tanah di tumpukan atau hamparan sampah di TPA. Untuk metode contoline field. Sampah tidak boleh hanya dibuang saja, tetapi juga harus ditata kemudian diuruk tanah, baru bisa dibuangi sampah lagi,” ucapnya.
Menurutnya, hamparan sampah yang diuruk tanah merupakan zona pasif. Sementara zona aktif TPA Tanjungrejo juga dilakukan penataan.
“Zona aktif TPA Tanjungrejo dibuat terasering, tujuannya agar tumpukan sampah tidak mudah longsor,” jelasnya.
Baca Juga: 7 Bulan Belum Diperbaiki, Atap Ambrol di SD Kudus Buat Siswa Tak Nyaman
Jembatan timbang di TPA Tanjungrejo, tuturnya, juga akan dilakukan perbaikan. Selain itu, yang paling penting dari pembenahan di TPA Tanjungrejo ada penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengolahan sampah.
“Penerapan sistem RDF di TPA Tanjungrejo juga akan dilakukan pada tahun 2025 ini. Total penataan keseluruhan TPA Tanjungrejo kurang lebih menelan anggaran Rp6 miliar,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

