BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga tumplek blek merayakan Tradisi Kirab Golok-golok Mentok di depan Masjid Al Mubarok, Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (5/9/2025). Setiap kelompok membawa gunungan berisi keranjang kecil berwarna hijau-merah atau yang lebih sering disebut golok-golok mentok.
Peserta didominasi anak-anak dan perempuan berjalan dari Jalan Pangeran Puger menuju perempatan Jalan Sunan Kudus. Setiap peserta turut membawa golok-golok mentok berisi nasi ketan, jajan pasar hingga makanan ringan.
Baca Juga: Produksi Golok-golok Mentok di Kudus Banjir Pesanan Jelang Maulid, Apa Kegunaannya?
Usai agenda kirab, peserta mengumpulkan golok-golok mentok tersebut di serambi masjid untuk didoakan. Setalah itu, sebanyak 1.300 golok-golok mentok dibagikan kepada warga sekaligus berebut gunungan.
Ketua Panitia Kirab, Ubaidillah Andoko mengatakan, tradisi tersebut sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Di mana, setiap tahunnya selalu diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal, dalam kalender Islam.
“Tradisi golok-golok mentok sempat vakum dan kali ini perayaan kirab merupakan ke empat kalinya. Ini kita gelar kembali supaya warga tetap memperingati hari kelahiran nabi dan biar tradisi ini tetap lestari,” ungkpanya.
Salah satu peserta, Riskiatul Mawardah (22) mengaku baru pertama kali mengikuti kirab golok-golok mentok. Menurutnya, tradisi di Desa Demaan ini sangat menarik dan bisa meningkatkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Baru pertama ikut dan sangat bagus. Ini perlu dikenalkan kepada anak-anak sebagai kearifan lokal khas Desa Demaan,” tuturnya.
Baca Juga: Tradisi Air Salamun Rabu Wekasan di Desa Jepang, 15.000 Bungkus Akan Dibagikan ke Warga
Wanita yang akrab disapa Riski itu berharap tahun depan acara tersebut bisa terselenggara lebih meriah dan dia bisa mengikuti kembali.
“Keranjang mini berisi jajan dibagikan sebagai simbol berbagi, semoga lebih baik dan meriah lagi tahun depan,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

