BETANEWS.ID, KUDUS – Harga tembakau basah kini tengah terpuruk di kisaran Rp2.000–Rp3.000 per kilogramnya. Padahal harga tembakau kering atau yang sudah diolah menjadi rajangan tembakau masih normal, mulai Rp25 ribu hingga Rp70 ribu perkilogram, tergantung kualitas daun atau katagori daun.
Kondisi ini membuat petani tembakau pemula, Subardi (51), memilih untuk menjual hasil panennya dalam bentuk rajangan kering agar bisa memperoleh harga lebih baik.
Baca Juga: Grebek Warung di Bulungcangkring dan Angkringan Balai Jagong, Polres Kudus Sita Ratusan Miras
“Rencananya nanti saya jual kering. Sudah ada yang dirajang di rumah. Kalau basah, jatuh harganya cuma Rp2-3 ribu per kilo. Kalau informasi di daerah lain seperti Temanggung, harga tembakau kering bisa mencapai Rp40–60 ribu per kilogram,” katanya.
Subardi menanam tembakau di lahan seluas 7.500 meter persegi dengan jumlah sekitar 6.000-an bibit. Menurutnya, penanaman kali ini penuh tantangan karena keterbatasan bibit dan faktor cuaca.
“Idealnya 80 x 40 sentimeter untuk jarak tanam, tapi karena bibit kurang akhirnya ditanam 80 x 80 sentimeter. Ini pun sempat gagal pembibitan akibat hujan tiga hari, jadi harus mengulang. Alhamdulillah sekarang bisa tumbuh sampai panen meski ada kendala kemarau basah,” jelasnya.
Ia mengaku baru pertama kali mencoba menanam tembakau, yang menurutnya cukup bagus dari sisi hasil. Meski sulit, ia merasa terbantu dengan adanya kelompok tani dan dukungan dari dinas terkait, atas program demplot perluasan tanam tembakau di Kudus.
Subardi sudah memulai panen sejak 10 hari terakhir. Daun yang sedang dipetik saat ini adalah daun ketiga yang masuk kategori premium. “Masa tanam sekitar 100 hari atau mulai April. Alhamdulillah meski ada kendala cuaca, hasilnya lumayan,” katanya.
Baca Juga: Wakil Pansus DPRD Pati Blak-blakan, Ngaku Kecewa dengan BKN dan Kemendagri
Sebelumnya, Subardi biasa menanam jagung di lahan tersebut. Namun, tahun ini ia mencoba tembakau karena adanya program pemberdayaan petani tembakau dari pemerintah provinsi yang bersinergi dengan Kabupaten Kudus.
“Kebetulan di Kudus banyak pabrik rokok, tapi petani tembakaunya hampir tidak ada. Jadi ini peluang untuk kami agar dapat meningkatkan kesejahteraan,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

