31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Harga Beras di Kudus Tembus Rp14 Ribu, Pedagang Keluhkan Daya Beli Menurun

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga beras eceran di wilayah Kabupaten Kudus melonjak menjadi Rp14 ribu per kilogramnya. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, saat dikonfirmasi, Senin (8/9/2025).

Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdag Kudus, Sonhaji mengatakan, harga beras medium di Kota Kretek saat ini mencapai Rp14 ribu per kilogram dan Rp15 ribu untuk beras premium. Melonjaknya harga tersebut menurutnya terjadi sejak tiga pekan sampai satu bulan terakhir.

Baca Juga: Pembangunan Stadion Wergu Wetan Disetujui Rp60 M, Persiku Terancam Musafir

-Advertisement-

“Untuk harga beras sampai dengan hari ini stagnan di angka Rp14 ribu mas. Sedangkan untuk beras premium harga Rp15 ribu,” bebernya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pengirim pesan.

Ia menyebut faktor kenaikan harga beras hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp12.900 itu disebabkan karena kondisi harga panen padi di tingkat petani yang melambung tinggi. Sehingga hal tersebut menjadi pemicu kenaikan harga beras saat ini.

“Karena untuk harga panen di tingkat petani di angka Rp7.800 per kilogram. Padahal untuk HET gabah dari pemerintah Rp6.500 per kilogram. Tentu harga ini mempengaruhi harga beras di pasaran,” tuturnya.

Dengan harga yang melambung tinggi dari harga biasanya itu dikeluhkan para pedagang. Salah satunya pedagang di Pasar Baru Kudus, Noor Khasanah. Menurutnya, harga grosir beras medium jenis Inpari 64 sampai Rp13.700, dari harga sebelumnya Rp13.000 per kilogram.

Bahkan dengan harga tersebut membuat daya beli masyarakat menurun dari biasanya. Ia menyebut, penurun akibat kenaikan harga beras itu mencapai 20 persen dari biasanya.

“Saat ini pasar sepi tidak ada yang beli. Karena untuk harga beras saat ini juga melambung tinggi. Sehari biasanya bisa menjual sampai 1-2 ton, sekarang 1 kuintal kadang 50 kilogram,” tuturnya.

Baca Juga: Kunjungi Kudus, Menteri PU Tegaskan Peran Strategis Bendungan Logung untuk Ketahanan Pangan

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lainnya, Istiana. Ia menyampaikan, penurunan yang sangat drastis akibat kenaikan harga beras ini.

“Semenjak ada beras stabilitasi pasokan dan harga pangan (SPHP) saya beli masyarakat menurun. Ya kalau untuk penurunan sampai 20 persen, selain itu juga karena memang kondisi ekonomi Indonesia sedang seperti ini,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER