Es Puter Harmini, Suguhkan Cita Rasa Jadul di Tengah Gempuran Es Krim Modern

BETANEWS.ID, PATI – Di tengah menjamurnya es krim modern dengan aneka varian rasa dan tampilan yang menarik, sebuah lapak sederhana di depan rumah Harmini (49) justru menawarkan cita rasa klasik. Harmini lebih memilih menjual sesuatu yang berbeda, di antaranya es puter, es roti, dan rujak es krim khas tempo dulu.

Dari balik meja dagangannya, Harmini tampak sibuk menata kotak es puter dengan wajah ramah, siap melayani pembeli yang datang. Lapak kecil itu berdiri persis di samping BRI dan Alfamart Gembong.

Baca Juga: Ditebang Demi Proyek, DLH Pati Janji Jalan Panglima Sudirman Kembali Hijau dengan Pohon Pule

-Advertisement-

Sebelum berjualan es puter, ia penjual pakaian di Pasar Gembong. Tapi di tengah persaingan dengan toko daring membuatnya memutuskan berhenti.

“Sekarang kan jual pakaian itu sudah kalah sama online. Jadi saya berhenti jualan, mau coba buka usaha lain,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dan pilihannya jatuh pada es puter. Bukan tanpa alasan, Harmini ingin menghadirkan kembali cita rasa es krim jadul yang kini kian jarang ditemui.

Biasanya, ia membuka lapaknya setiap hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Es puter ukuran kecil bisa dinikmati hanya dengan Rp 3.000, sementara ukuran super besar seharga Rp 10.000.

“Untuk es roti dan rujak es krim, saya jual Rp8.000 per porsi. Kalau sekarang es krim kan sudah biasa, jadi saya pilih jualan es puter biar beda. Bahannya juga pakai buah asli dan tanpa pengawet,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa rasa-rasa es puter buatannya dari bahan alami. Mulai dari kelapa, nangka, stroberi, hingga varian lain yang didapat langsung dari penjual buah di Pasar Gembong.

Proses pembuatannya pun masih tradisional. Santan, tepung tapioka, susu kental manis, dan buah segar diolah menjadi adonan, lalu dimasukkan ke dalam wadah khusus. Dengan bantuan keponakannya, Harmini memutar adonan secara manual di dalam tabung yang dikelilingi es batu bercampur garam.

“Proses ini berlangsung sekitar 1,5 jam hingga teksturnya mengental. Kemudian dibekukan lagi enam jam di freezer agar hasilnya sempurna,” terangnya.

Baca Juga: Penataan Jalan Panglima Sudirman Dikebut, Target Rampung Akhir Desember

Mayoritas pembeli Harmini adalah anak-anak dan remaja yang penasaran dengan es puter jadul. Dalam sehari, ia bisa menjual sekitar 20 porsi, dengan omzet harian antara Rp100 hingga Rp150 ribu.

“Alhamdulillah, rata-rata sehari bisa dapat segitu. Selain jual di sini, saya juga sering dapat pesanan untuk acara ulang tahun, arisan, atau acara lain,” tambahnya.

Penulis: Faidzoh Iffatul Khoir, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER