31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Dilema Petani Tembakau Kudus, Saat Panen Susah Cari Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Musim panen tembakau mulai dirasakan petani Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Namun, di balik hasil panen yang cukup menggembirakan, persoalan pemasaran dan kepastian harga masih menjadi kendala utama.

Susahnya pemasaran dikeluhkan oleh beberapa petani, satu di antaranya adalah Subardi (51). Ia mengaku, hingga kini penjualan hasil panen daun tembakau masih sulit mendapatkan pengepul maupun pembeli tetap yang bisa menampung hasil panen.

Baca Juga: Grebek Warung di Bulungcangkring dan Angkringan Balai Jagong, Polres Kudus Sita Ratusan Miras

-Advertisement-

“Pemasaran masih belum jelas mau ke mana. Harapannya harga bisa tinggi, tapi banyak pembeli yang menyamakan daun bawah dan atas. Padahal kualitasnya berbeda,” bebernya saat ditemui di sela kegiatan memanen di lahannya, Senin (15/9/2025).

Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mekar Melati Desa Menawan itu mengungkapkan, bahwa saat ini ia sudah tiga kali melakukan panen. Dari lahan seluas 7.500 meter persegi, Subardi menanam sekitar 6.000 bibit jenis srumpung.

“Umurnya sekarang sekitar tiga bulan atau 100 hari. Ini sudah tiga kali panen, hasilnya ada yang kualitas krosok (paling bawah), filler, premium, sampai super premium. Harga tembakau kering super premium di kisaran Rp75 ribu per kilogram, premium Rp60 ribu, filler Rp40 ribu, dan krosok Rp25 ribu,” jelasnya.

Selain pemasaran, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Subardi menuturkan, poktan yang diikutinya sempat mengalami kegagalan pembibitan akibat hujan deras dan berdampak pada bibit tembakau yang harus mati.

“Pembibitan pertama habis terkena hujan, jadi harus mulai lagi dari awal. Alhamdulillah, meski sempat sulit, sekarang bisa panen. Tapi memang ada kendala kemarau basah, jadi daun tembakau kondisinya bolong-bolong dimakan ulat,” katanya.

Ketua Poktan Mekar Melati, Susanto, membenarkan bahwa persoalan pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah. Program penanaman tembakau ini merupakan inisiasi pemerintah provinsi yang bersinergi dengan kabupaten, dengan tujuan memberdayakan petani di Kudus.

Baca Juga: Wakil Pansus DPRD Pati Blak-blakan, Ngaku Kecewa dengan BKN dan Kemendagri

“Selama ini Kudus identik dengan pabrik rokok, tapi ironisnya petani tembakau justru tidak ada. Program ini membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan. Kami berharap ada dukungan pemerintah untuk membuka akses pasar, sehingga petani bisa merasakan hasilnya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun ini petani Kudus mendapatkan bantuan bibit dan obat-obatan dari Pemerintah Provinsi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten untuk perluasan penanaman tembakau dengan total 9 hektar di dua desa. Desa Menawan demplot diperluas dengan 7 hektar dan Desa Klumpit dengan demplot 2 hektar.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER