31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Cerita Pengorbanan Orang Tua di Balik Mimpi Anak Jadi Pebulutangkis Dunia Lewat Audisi Umum PB Djarum 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Gegap gempita Audisi Umum PB Djarum 2025 memasuki hari keempat. Seiring berjalannya turnamen, jumlah peserta kian berkurang. Sebagian harus terhenti langkahnya, sementara yang lain masih berjuang menembus babak karantina demi peluang menjadi atlet PB Djarum dan kelak berkesempatan meraih prestasi dunia.

Di balik perjuangan para atlet belia, ada kisah pengorbanan orang tua yang tak kalah heroik. Mereka rela memberikan dukungan penuh, bukan hanya tenaga dan waktu, tetapi juga biaya yang tidak sedikit demi mewujudkan mimpi putra-putrinya menjadi pebulutangkis profesional.

Franchiko Tomoty Tandirerung, atlet cilik asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara didampingi ayahnya seusai pertandingan di Audis Umum PB Djarum 2025. Foto: Rabu Sipan

Salah satunya adalah Mardi Sapan (50), warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Demi mendukung putra bungsunya, Franchiko Tomoty Tandirerung (12), ia rela merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah.

-Advertisement-

Baca Juga: Audisi Umum PB Djarum 2025, Format Baru, Seleksi Ketat, Persaingan Lebih Adil

“Bagi kami uang tidak masalah. Terpenting ketika anak suka bulutangkis dan bercita-cita jadi pemain dunia, kami dukung sepenuhnya,” ujar Mardi kepada Betanews.id di GOR Djarum Jati, Kudus, Kamis (11/9/2025).

Mardi yang berprofesi sebagai kontraktor ini menuturkan, dana yang dikeluarkan digunakan untuk biaya klub, les privat bulutangkis, hingga keperluan mengikuti berbagai turnamen.

“Anak saya sering ikut turnamen, tidak hanya di Sulawesi Tenggara tetapi juga di luar pulau, seperti Kalimantan, Surabaya, dan Jakarta. Kami selalu menemani,” jelasnya.

Ia menambahkan, biaya turnamen di luar Pulau Sulawesi bisa mencapai Rp20 juta sekali jalan. Besaran itu mencakup tiket pesawat, kos, serta kebutuhan makan selama mendampingi anaknya bertanding.

“Kami memang mendukung anak kami ikut kompetisi. Tujuannya, agar anak kami terbiasa dengan atmosfer kompetisi sekaligus menambah jam terbang dan menguatkan mental bertanding,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, anaknya Franchiko, atau akrab disapa Chiko, mulai mengenal bulutangkis sejak duduk di bangku kelas satu SD. Ia awalnya bergabung di sebuah klub di Kolaka selama empat tahun, lalu melanjutkan ke klub di Kota Kendari untuk mengikuti les privat.

“Di Kendari, ada pelatih yang didatangkan dari Jakarta. Biayanya Rp 3 juta per bulan, belum termasuk kos dan makan,” kata Mardi.

Belum puas, keluarga ini kemudian membawa Chiko berlatih di Klub Jaya Raya Jakarta selama tiga bulan, dengan biaya Rp4 juta per bulan. Kali ini, Mardi dan istrinya ikut mendampingi sang anak.

“Setelah itu, anak kami ikut audisi di Klub Champion Makassar dan mendapatkan golden tiket. Biayanya lebih terjangkau, Rp 1 juta per bulan, dan sudah disediakan asrama oleh pihak klub,” ungkapnya.

Kini, Chiko sudah melangkah ke babak 16 besar Audisi Umum PB Djarum 2025. Perkembangan ini cukup signifikan dibanding tahun lalu ketika ia harus terhenti di pertandingan pertama.

“Tahun ini adalah keikutsertaan keduanya. Harapan kami tentu bisa lolos dan kelak mewujudkan mimpinya menjadi pemain bulutangkis dunia. Jika itu tercapai, kami sebagai orang tua akan sangat bangga,” tutur Mardi penuh harap.

Cerita serupa datang dari Nurul Yuliawati (44), asal Mojokerto, Jawa Timur. Ia mendukung penuh putri bungsunya, Najwa Khaira Wilda (9), yang juga ikut ambil bagian dalam audisi tahun ini.

Najwa Khaira Wilda, Atlet cilik asal Mojokerto, Jatim, didampingi ibunya seusai laga di Audisi Umum PB Djarum 2025. Foto: Rabu Sipan

“Anak saya sejak usia tiga tahun sudah suka pegang raket. Waktu TK, saya ikutkan klub di Sidoarjo,” ujar Nurul.

Selama empat tahun terakhir, Najwa berlatih bulutangkis setiap hari. Nurul pun konsisten, setiap pulang kerja selalu mengantarkan putrinya ke Sidoarjo untuk berlatih bulutangkis. Bahkan ia menunggui anaknya hingga latihan selesai malam hari.

Baca Juga: Perebutkan 6 Super Tiket, Persaingan Sengit Terjadi di Sektor Putri

Najwa yang baru pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum berhasil menunjukkan performa gemilang dengan terus melaju ke babak berikutnya.

“Semoga performanya terjaga hingga laga penentuan dan bisa lolos mendapat beasiswa PB Djarum. Putriku bercita-cita mengikuti jejak idolanya, Liliyana Natsir. Menjadi pemain bulutangkis dunia yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” tandasnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER