31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Bakal Ada Videotron di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Wajah Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus akan semakin modern. Tak lama lagi, sebuah videotron baru berukuran 5×10 meter berdiri megah di sebelah utara Masjid Agung Kudus. Saat ini, proyek pembangunan masih berlangsung dan diperkirakan segera rampung.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menyampaikan bahwa videotron tersebut merupakan investasi swasta dari PT Djarum. Nantinya, papan digital itu akan difungsikan untuk media reklame.

Baca Juga: Tanggapi Isu Demo di Kudus, Sam’ani: ‘Tetaplah Beraktivitas Seperti Biasa’

-Advertisement-

“Di utara alun-alun nanti ada dua videotron, semuanya milik swasta. Yang baru milik PT Djarum, sedangkan yang di sisi timur merupakan milik CV Glagah Wangi,” jelas Djati kepada Betanews.id, belum lama ini.

Menurut Djati, kehadiran videotron menjadi bagian dari program digitalisasi reklame di pusat Kota Kretek. Dengan begitu, papan reklame konvensional secara bertahap akan dibongkar untuk memberi ruang pada media digital yang lebih modern dan bernilai ekonomi tinggi.

“Karena lahan yang digunakan milik Pemkab, perusahaan swasta wajib menyewa dalam jangka waktu tertentu. Dari situ ada nilai investasi yang masuk ke kas daerah,” ujarnya.

Selain dari sewa lahan, videotron juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat pajak reklame digital. Meski dikelola PT Djarum, kata Djati, perusahaan tetap wajib membayar pajak reklame sesuai aturan.

“Pajaknya jauh lebih tinggi dibanding reklame konvensional. Nilai iklan digital mulai dari Rp12,5 juta hingga Rp15 juta per meter persegi per tahun, tergantung lokasi,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, pajak reklame di kawasan industri dikenakan Rp12,5 juta per meter persegi, di pusat perbelanjaan Rp13,5 juta, sementara di kawasan premium mencapai Rp15 juta. Angka ini jauh lebih besar dibanding papan reklame biasa yang rata-rata hanya berkisar ratusan ribu hingga Rp3,2 juta per meter persegi per tahun.

Menariknya, sekitar 10 persen slot tayang videotron tersebut juga bisa dimanfaatkan pemerintah daerah. Layar digital itu nantinya dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan publik, seperti ucapan pada momen Hari Pendidikan Nasional atau pengumuman penting lainnya.

Baca Juga: Warga Kudus Gagal Umroh, Biro Janji Bertanggung Jawab

“Selain meningkatkan PAD, videotron ini juga bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Jadi ada manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial,” tutur Djati.

Dengan kehadiran videotron baru ini, Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang modern.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER