Sebanyak 1.449 Warga Kudus Alami Gangguan Jiwa, Kecamatan Gebog Paling Banyak

BETANEWS.ID, KUDUS – Hingga pertengahan tahun 2025 warga Kudus yang mengalami Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) sebanyak 1.449 jiwa. Jumlah tersebut lebih dari separuh target jumlah ODGJ di Kota Kretek yang diprediksi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia sepanjang tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melalui Programer Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Indria Toni Setyadi mengatakan, Kemenkes memiliki target pada tahun 2025 total warga Kudus yang mengalami ODGJ sebanyak 2.173 jiwa. Pihaknya sendiri tidak mengetahui secara pasti dasar dari prediksi dan target tersebut.

Baca Juga: Gaji Petugas Kebersihan Dinas PKPLH Kudus Molor, Bingung Bayar Cicilan

-Advertisement-

“Dari target tersebut, hingga akhir Juni 2025 jumlah warga Kudus yang mengalami ODGJ sebanyak 1.449 jiwa atau 66,7 persen dari target Kemenkes sebanyak 2.173 jiwa,” ujar Toni kepada Betanews.id di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dia menuturkan, bahwa warga Kabupaten Kudus yang mengalami ODGJ ini tersebar di semua kecamatan dan terdeteksi melalui pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Antara lain, di Kecamatan Kaliwungu warga Kudus yang mengalami ODGJ sebanyak 198 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Kota ada 196 orang yang mengalami ODGJ. Kecamatan Jati ada 155 orang. Serta Kecamatan Undaan ada 128 orang yang mengalami ODGJ.

Lalu, Kecamatan Mejobo ada 115 orang yang mengalami ODGJ. Kecamatan Jekulo ada 130 orang. Serta paling sedikit itu Kecamatan Bae ada 105 orang dengan gangguan jiwa.

“Kecamatan Dawe ada 170 orang mengalami ODGJ. Dan yang paling banyak warga Kecamatan Gebog ada 252 orang mengalami ODGJ,” rincinya.

Baca Juga: Keseruan Disabilitas Netra dan Mental Ikuti Lomba Agustusan di Kudus

Ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya warga Kudus mengalami ODGJ. Di antaranya persoalan keluarga dan persoalan ekonomi. Meskipun tak menutup kemungkinana juga ada persoalan lain.

“Paling banyak memang perselisihan rumah tangga dan terpuruknya ekonomi, jadi faktor warga Kudus jadi terkena gangguan jiwa hingga alami ODGJ,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER