31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Pertama Kali Digelar, Jepara Art Carnival Diikuti Puluhan Peserta dari Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk pertama kalinya menggelar Jepara Art Carnival yaitu parade seni dan busana yang digelar pada Sabtu (23/8/2025). Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah.

Meski baru pertama kali digelar, sebanyak 56 peserta dari berbagai daerah yaitu Tuban, Salatiga, Jember, Cirebon, Karanganyar, Pati, Pangkalan Bun Kalimantan, Bandungan, Nganjuk, Malang, Semarang, serta Jepara turut berpartisipasi.

Baca Juga: Dilaporkan Pemilik Tambang, Lima Warga Sumberrejo Jepara Penuhi Panggilan Polisi

-Advertisement-

Puluhan peserta memperagakan busana yang menggambarkan kekayaan budaya khas nusantara dengan berjalan kaki sekitar 500 meter mulai dari Jalan Kartini hingga Alun-Alun 1 Jepara. Tampak ribuan masyarakat turut hadir dan memadati area sepanjang pelaksanaan festival.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo berharap Jepara Art Carnival tidak hanya menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan tradisi nusantara tetapi juga bisa menjai daya tarik wisata di Kabupaten Jepara.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi kegiatan nurutin yang bisa mendatangkan wisatawan dan kedepan semoga kita bisa tingkatkan lagi, baik secara kuantitas maupun kualitasnya, sehingga pesertanya bisa lebih banyak,” katanya saat ditemui di Jalan Kartini Jepara.

Selain itu, ia juga berharap melalui kegiatan tersebut bisa memunculkan talent-talent desainer baru yang ada di Kabupaten Jepara. Sehingga ke depan bisa meningkatkan kualitas fashion dari Jepara.

Salah satu peserta, Shabita Nur Aurellya (18) dari Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur bercerita ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan busana dengan tema Thak-Thakan. Yaitu salah satu kesenian tradisional dari Desa Belikanget, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.

Kesenian tersebut berupa tari barongan yang dimainkan oleh beberapa tokoh. Tokoh-tokoh tersebut juga turut ditampilkan dalam peragaan busana yang ia kenakan dengan berat sekitar 10 kg.

“Bahannya dari spons hati sama besi, beratnya sekitar 10 kg. Ikut ini ngga ada persiapan khusus sih, soalnya udah biasa ikut festival dari kelas 4 SD, ” katanya saat ditemui di Alun-Alun 1 Jepara.

Sementara itu, salah satu peserta lainnya dari Kabupaten Jember, Vicky Setiawan Juni bercerita ia juga membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan busana dengan tema wayangan.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Beasiswa Kartu Sarjana Jepara Akhirnya Dibuka

Kostum dengan dominasi warna hitam dan ungu yang ia kenakan tersebut memiliki berat sekitar 25 kg. Sehingga biasanya ia memiliki persiapan khusus yaitu dengan latihan fisik.

“Seneng bisa ikut kompetisi di Jepara, bisa jadi kompetitor temen-temen di Jepara. Semoga di next event, levelnya bisa naik, baik dari segi kostum maupun yang lainnya,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER