31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Gandeng BRIN, Pemkab Jepara Kembangkan Padi Biosalin di Daerah Pesisir  

BETANEWS.ID, JEPARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia mengembangkan varietas padi berjenis Biosalin di daerah pesisir Jepara. 

Penandatanganan nota kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Peneliti Ahli Utama pada Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Tri Martini di Ruang Kerja Bupati Jepara pada Senin, (25/8/2025).  

Baca Juga: Sudah Niat Bawa Kabur HP Korban, Pemuda Asal Jepara yang Bunuh Wanita PSK Ternyata Kalah Judol

-Advertisement-

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Diyar Susanto mengatakan selama ini lahan pertanian di kawasan pesisir Jepara tidak bisa menghasilkan padi dengan optimal.  

“Sehingga melalui kegiatan ini, harapannya hasil (padi)-nya nanti bisa lebih optimal dan hasilnya bisa sama seperti padi yang ditanam di daratan,”katanya saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Selasa (26/8/2025).  

Padi Biosalin merupakan varietas padi yang bisa tumbuh di lahan dengan kadar garam atau salinitas tinggi seperti di daerah pesisir yang sering terkena intrusi air laut. Yaitu proses masuknya air laut ke daerah air tawar sehingga menyebabkan air tanah di daerah tersebut menjadi asin.  

Ia melanjutkan dalam kerjasama tersebut, lokasi penanaman padi dibagi di dua wilayah berbeda. Yaitu di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo oleh Kelompok Tani Jaya III dan di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo oleh Kelompok Tani Sari Mulyo dengan luas lahan sawah masing-masing 10 hektare. 

“Prediksi tingkat tumbuh sampai hasil (panen) semoga bisa baik, sehingga masyarakat secara umum bisa mengikuti,” ujarnya. 

Terpisah, Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Holtikultura pada DKPP Kabupaten Jepara, Zumiyarsih mengatakan saat ini kerjasama dengan BRIN tersebut masih dalam tahap sosialisasi. 

Sedangkan untuk penanamannya sendiri masih menunggu musim hujan tiba. Sebab lahan sawah di daerah tersebut termasuk dalam jenis sawah tadah hujan. 

“Hari ini baru kita sosialisasikan ke dua kelompok tani yang menjadi sasaran lokasi penanaman. Karena sawahnya tadah hujan nanti menunggu hujan dulu (untuk masa tanamnya),” katanya. 

Secara keseluruhan, ia menyebutkan total lahan sawah di Jepara yang berada di daerah pesisir yaitu seluas 1.200 hektare. Jenis varietas padi yang ditanam kebanyakan yaitu padi jenis Inpari 32. 

Baca Juga: PSK Jepara Dibunuh Pelanggan, Motor Serta HP Dibawa Kabur

“Inpari 32 ini bukan varietas khusus di daerah Biosalin (lahan yang mengandung kadar garam), tapi masih bisa beradaptasi. Yang sekarang dari BRIN ini varietas Biosalin 1 dan 2,” ujarnya. 

Sebab selama ini ia mengatakan salah satu kendala petani di daerah pesisir yaitu pada saat terjadi intrusi air laut di masa pertumbuhan padi. Hal tersebut menyebabkan jumlah gabah yang dihasilkan tidak bisa optimal.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER