31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Aplikasi Dakwah Si Gandrung Putra Daerah Kudus Berhasil Raih Juara 1 Penais Award 2025

BETANEWS.ID, KUDUS – Prestasi membanggakan kembali diraih putra daerah asal Kudus. Mc. Mifrohul Hana, atau yang akrab disapa Gus Gandrung. Dia berhasil meraih Juara 1 Nasional Penerangan Agama Islam (Penais) Award 2025 kategori Penguatan Moderasi Beragama. Penghargaan itu diumumkan dalam malam penganugerahan di Hotel Aston, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Ajang yang digelar Kementerian Agama RI tersebut, Gus Gandrung mengungguli sembilan finalis lain dari berbagai provinsi. Penilaiannya meliputi video, portofolio, karya tulis ilmiah (KTI), serta presentasi program unggulan yang sudah berjalan minimal dua tahun.

Baca Juga: Warga Kudus Diduga Kembali Jadi Korban Penipuan Biro Umroh

-Advertisement-

“Alhamdulillah mendapat juara. Semoga ini bisa jadi inspirasi bagi teman-teman muda yang sedang berjuang meniti karir,” kata melalui sambungan telepon, Rabu (27/8/2025).

Sejak 2017, ia konsisten menggarap literasi moderasi beragama dengan menerbitkan 21 buku. Karya itu dilengkapi inovasi digital lewat Aplikasi Si Gandrung, yang hadir pada 2022 dan kini sudah diakses hampir 20 ribu pengguna. Aplikasi berbasis WhatsApp tersebut menjadi ruang konsultasi sekaligus resensi buku tokoh moderasi.

“Hingga kini, aplikasi itu sudah diakses lebih dari 19.886 pengguna dan bisa didownload di Playstore. Aplikasi ini bisa menjadi ruang dakwah inklusif yang menjangkau masyarakat luas,” ungkapnya.

Atas kiprahnya, pada 2024 Kabupaten Kudus ditetapkan sebagai Lokasi Prototipe Moderasi Beragama Tingkat Nasional. Tahun ini, Gus Gandrung tengah menyiapkan masterplan pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama di Desa Tanjungkarang, di atas lahan seluas 7.000 meter persegi.

Baca Juga: NDX Sukses Goyang Kudus di Konser Warisan Rasa, Bupati Janji Akan Hadirkan ST12 dan Guyon Waton

Perjalanan menuju prestasi ini tidak singkat. Gus Gandrung sudah mengikuti berbagai lomba sejak 2018, mulai dari juara penyuluh teladan tingkat provinsi hingga PAI Award nasional. Konsistensi itulah yang akhirnya mengantarkannya meraih gelar terbaik nasional di tahun ini.

“Moderasi bukan sekadar konsep, tapi jalan hidup yang harus dirawat dan diwariskan, dari desa untuk Indonesia,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER