BETANEWS.ID, JEPARA – Sekolah Rakyat (SR) rintisan di Kabupaten Jepara diperkirakan baru bisa beroperasi untuk memulai tahun ajaran baru pada Bulan Agustus 2025 mendatang.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto mengatakan lokasi SR Rintisan nantinya yaitu di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
BLK tersebut sebelumnya sudah dilakukan pengecekan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur SR dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI.
Baca juga: Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat di Jepara Dipastikan Tidak Bisa Sama
“BLK-nya ini masih dalam tahap konstruksi (renovasi), dari jadwal (proses renovasi) selama 30 hari. Jadi kemungkinan di akhir Agustus baru bisa digunakan untuk memulai pembelajaran,” katanya saat ditemui usai kegiatan Bupati Ngantor di Desa bertempat di Balai Desa Kedungcino, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Selasa (15/7/2025).
Dari hasil pengecekan tersebut, jumlah siswa SR di Jepara yang tadinya diperkirakan sekitar 200 siswa, kini hanya 75 siswa yang terbagi ke dalam tiga Rombongan Kelas (Rombel). Tiga Rombel tersebut seluruhnya berada di tingkatan Sekolah Dasar (SD).
Data by name by addres seluruh calon siswa tersebut ia mengatakan saat ini sudah diterima oleh Dinas Sosial Jepara dan sedang dilakukan ground cheking atau verifikasi langsung ke lapangan.
“Hasilnya dari 75 (calon siswa) baru 12 yang menyatakan bersedia. Karena baru sehari kita lakukan ground cheking nya, baru kemarin,” ungkapnya.
Pelaksanaan Ground Checking tersebut menurutnya tidak diberikan batas waktu. Sehingga untuk selanjutnya pihaknya masih menunggu Satgas Penerimaan Murid SR dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk datang ke Jepara.
Baca jug: Pemkab Jepara Bakal Masukkan Anak Punk ke Sekolah Rakyat
“Termasuk perekrutan gurunya bagaimana, kita masih menunggu juga Satgas dari Kemensos,” katanya.
Sedangkan terkait siswa yang sudah menyatakan bersedia, namun saat ini proses pembelajaran di SR belum dimulai, ia sendiri juga masih menanyakan hal tersebut kepada pemerintah pusat.
“Dari data calon siswa SR yang masuk ke kami, kemungkinan juga sudah ada yang masuk ke SD reguler. Nah itu nanti kita konsultasikan,” ujarnya.
Editor: Suwoko

