31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Pengusaha Mebel Jepara Sebut Pasar Alternatif Belum Mampu Hadapi Kenaikan Tarif Trump 

BETANEWS.ID, JEPARA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump resmi menetapkan tarif bea masuk impor untuk produk dari Indonesia sebesar 32 persen. Kenaikan tersebut bakal mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus mendatang. 

Untuk menghadapi kenaikan tarif dari Presiden Donald Trump, pengusaha furniture di Kabupaten Jepara ditawari pasar alternatif. Terdapat enam negara yang bisa menjadi pasar alternatif yaitu Australia, Korea Selatan, India, Afrika Selatan, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. 

Direktur Konsorsium Jepara Gerak, Antonius Suhandoyo mengatakan pasar alternatif tersebut sebenarnya memiliki peluang yang menarik. 

-Advertisement-

Baca juga: Terlanjur Terima Order dari AS, Pengrajin Mebel Jepara Pusing Hadapi Kenaikan Tarif Trump

Namun, untuk menemukan buyer atau pembeli baru di pasar alternatif, menurutnya saat ini masih terdapat kendala. Sehingga ia mengaku masih pesimis terhadap pasar alternatif yang ditawarkan. 

“Saat ini memang masih pesimis, karena tidak mudah menembus pasar baru, perlu effort yang lebih berat. Barrier atau hambatan tarif di negara yang mau kita tuju juga masih jadi PR,” katanya saat ditemui Betanews.id, Senin (14/7/2025). 

Tetapi, ia melanjutkan bahwa pasar alternatif tersebut tetap bisa menjadi peluang. Ia mengatakan para buyer di pasar alternatif tersebut sebenarnya juga tertarik dengan furniture buatan dari Kabupaten Jepara.  

“Tapi ini juga jadi peluang, bahwa pasar lain pun ada selain pasar-pasar yang selama ini sudah kita kenal, seperti Amerika. Kalau kita bisa tembus, kita bisa ketemu, bisa klik dengan customer yang sesuai dengan kita, maka itu juga bisa menjadi perluasan produk kita,” tambahnya. 

Baca juga: Minim Anggaran Revitalisasi, Objek Wisata Jepara Disarankan Dikelola Pihak Ke-tiga

Sehingga menurutnya juga dibutuhkan kerjasama dan peran dari pemerintah agar hambatan tarif tersebut bisa ditemukan solusi. 

“Kita butuh Kerja sama, jadi kita ngga bisa bekerja sendiri. Kalau kita bekerja sendiri, kita bisa habis. Butuh Effort, resource. Tapi kalau bersama, ini bisa menjadi booming dan mereka bisa lebih mudah untuk mengenal kita,” pungkasnya. 

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER