31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

9 Calhaj Asal Kudus Harap-Harap Cemas Tunggu Kepastian Keberangkatan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak sembilan jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus masih dalam proses pendampingan dan pantauan serius Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus. Beberapa jemaah tersebut masih menunggu kepastian pemberangkatan ke Arab Saudi.

Kepala Kemenag Kabupaten Kudus, Suhadi, menjelaskan bahwa hingga pukul 12.45 WIB, empat orang di antara mereka belum mendapatkan visa untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Sampai jam ini benar ada empat visa belum turun. Tapi nanti tetap berangkat, diikutkan kloter berikutnya. Kalau sudah sampai Arab Saudi, langsung digabungkan ke kloter asalnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (16/5/2025).

-Advertisement-

Baca juga: Cerita Solikin, Tukang Pijat Naik Haji yang Menabung selama 30 Tahun

Keempat jemaah tersebut, kata Suhadi, saat ini sudah berada dan tertahan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Menurutnya, masih ada satu kloter yang berasal dari Kudus belum diberangkatkan ke asrama.

“Jadi kloter 50 jadwal pemberangkatannya kan besok waktu fajar, jadi penerbangan jemaah ini bisa diikutkan ke kloter 50. Tetap kita upayakan mereka bisa berangkat,” jelasnya.

Ia menyebut, empat jemaah yang visanya belum turun berasal dari tiga kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) berbeda. Dua di antaranya dari KBIH Syukur, satu dari KBIH NU, dan sisanya dari KBIH Annur.

“Situasi ini tak lepas dari dinamika kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang terus berubah. Salah satunya adalah aturan baru yang mewajibkan satu kloter satu sarikah (perusahaan penyedia layanan konsumsi dan akomodasi jemaah haji di Arab Saudi). Padahal sebelumnya, dalam satu kloter bisa berasal dari sarikah berbeda,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Kaamila, Daftar Haji Sejak Umur 7 Tahun dan Berangkat di Umur 20 Tahun

Suhadi menambahkan, selain empat orang yang visanya belum turun, lima orang lainnya juga belum bisa diberangkatkan. Rinciannya, dua di antaranya adalah suami atau istri dari jemaah yang visanya belum terbit, sehingga ikut mendampingi. Dua lainnya sakit, sementara satu orang lagi mendampingi jemaah yang sakit.

“Total ada sembilan yang masih dalam pendampingan kami. Kami terus berusaha agar mereka tetap bisa berangkat, karena mereka sudah membayar. Kecuali ada halangan seperti wafat, tentu tidak bisa diberangkatkan,” sebutnya.

Kendati demikian, pihanya memastikan akan terus mengupayakan agar seluruh jemaah yang belum berangkat tetap diberangkatkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER