31 C
Kudus
Sabtu, Februari 21, 2026

Penjualan Janur di Kudus Jelang Lebaran Ketupat Menurun

BETANEWS.ID, KUDUS – Tradisi kupatan yang biasanya menjadi ladang rezeki bagi para pedagang janur dan blongsong ketupat, tahun ini terasa berbeda. Beberapa pedagang mengeluhkan turunnya penjualan hingga 40 persen dibanding tahun lalu.

Jumadi (64), pedagang asal Welahan, mengaku sudah lebih dari 10 tahun berjualan janur dan blongsong saat momen Lebaran Ketupat di depan Pasar Bitingan. Ia menyebut tahun ini terjadi penurunan drastis dalam penjualan.

“Tahun lalu bisa sampai 7.000 janur, sekarang paling bisa jual 4.000 selama tiga hari berjualan di sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/4/2025). 

-Advertisement-

Jumadi mulai berjualan sejak Kamis lalu, membawa blongsong lepet, dan ketupat. Harga satu ikat kupat janur kuning berisi 10 dijual Rp7.000, sedangkan janur hijau Rp4.000. Sementara untuk harga blongsong, ia mematok harga Rp8.000 per 10 biji.

Menurutnya, faktor ekonomi masyarakat yang sedang lesu menjadi salah satu penyebab. 

“Selain itu, pabrik sekarang masih pada libur. Kalau tahun sebelumnya biasanya sudah masuk, jadi penjualan menurun,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Dina (45), pedagang asal Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang sudah 10 tahun berjualan, juga mengalami penurunan penjualan sekitar 30 persen. Ia menyebut salah satu penyebabnya adalah banyaknya “drop-dropan” janur dari luar kota yang dijual lebih murah.

“Tahun ini agak turun. Biasanya jam segini sudah habis, tapi ini masih banyak,” keluh Dina. 

Ia mengaku mengambil janur langsung dari desa Menawan yang dikenal unggul kualitasnya. Harga satu ikat isi 10 dipatok Rp8.000, sedangkan blongsong baik ketupat maupun lepet Rp9.000–Rp10.000.

“Sekali bawa biasanya 500 ikat itu terjual habis. Itu berbeda dengan tahun lalu bisa sampai balik tiga sampai empat kali mengambil janur di rumah. Jadi tahun lalu itu sehari bisa jual lebih dari 1.000 ikat janur,” tuturnya.

Ia berharap ke depan situasi bisa kembali normal. Terlebih tidak ada lagi penjual dari luar daerah yang menjual di bawah pasaran.

“Semoga nggak ada lagi drop-dropan dari luar kota. Kasihan pedagang kecil,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER