BETANEWS.ID, JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara akan mengadakan debat publik atau debat terbuka Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebanyak tiga kali.
Muhammadun, Komisioner KPU Kabupaten Jepara mengatakan debat akan dilakukan pada tanggal 27 Oktober, 6 November, dan 17 November 2024. Saat ini KPU masih membentuk tim perumus.
Baca Juga: Temuan Limbah Obat di Desa Mambak Jepara Diduga Berasal dari Perusahaan Farmasi Ilegal
“Sesuai kesepakatan dalam rapat pleno, debat nanti akan dilaksanakan tiga kali, yang pertama pada tanggal 27 Oktober nanti,” katanya saat ditemui di Kantor KPU Kabupaten Jepara, Senin (14/10/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan, tim perumus tersebut terdiri dari lima orang. Dengan rincian, dua orang dari kalangan profesional kepilkadaan, dua orang akademisi dari UNISNU dan UNDIP, dan satu orang tokoh agama di masyarakat.
Tim perumus tersebut bertugas untuk merumuskan desain atau format debat; membuat rencana kerja publikasi sebelum, pada saat, dan setelah debat; mengidentifikasi isi strategis yang bisa dijadikan tema atau topik debat; memberikan rekomendasi panelis; melakukan monitoring dan evaluasi setiap pelaksanaan debat; serta melaksanakan tugas-tugas lainnya terkait pelaksanaan debat.
“Teknis pelaksanaan debat sebenarnya sudah ada aturannya dalam Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024, namun detailnya nanti akan dirumuskan oleh tim perumus,” jelasnya.
Teknis dan pelaksanaan debat nantinya akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU Kabupaten Jepara. SK KPU Kabupaten Jepara tersebut akan disampaikan kepada masing-masing Paslon paling lambat pada tanggal 20 Oktober mendatang.
Baca Juga: Terkendala Pembebasan Lahan, Pembangunan Embung di Karimunjawa Tak Kunjung Terealisasi
Pelaksanaan debat nantinya akan disiarkan secara langsung di Stasiun Televisi dan YouTube KPU Jepara sehingga masyarakat bisa ikut menyimak kegiatan debat. Secara prinsip debat tersebut bertujuan untuk memaparkan visi misi dari masing-masing Paslon di Pilkada Jepara.
“Debat ini menjadi ruang untuk mendalami bagaimana visi misi dari Paslon pilkada. Kemudian didalam debat itu nanti bisa mengelaborasi persoalan di masyarakat sehingga bisa terespon oleh Paslon, sehingga masyarakat bisa tahu informasi bagaimana calon terhadap isu atau tema nanti seperti apa,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

