31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Terkendala Pembebasan Lahan, Pembangunan Embung di Karimunjawa Tak Kunjung Terealisasi

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan air saat musim kemarau di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo berencana untuk membangun embung.

Aji Asmoro, Kabag Perencanaan PDAM Jepara mengatakan embung tersebut rencananya akan dibangun di Dusun legon lele, Desa Karimunjawa. Jika terealisasi embung tersebut mampu mencukupi kebutuhan air di Desa Karimunjawa.

Baca Juga: DPRD Jepara Buka Kemungkinan Bentuk Kembali Tim Pansus Bank Jepara Artha

-Advertisement-

Pembuatan embung juga sudah disetujui oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Namun untuk pembebasan lahan diserahkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Dari pihak Pemkab sebenarnya juga sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk pembebasan lahan seluas 2,3 hektare untuk membangun embung.

“Di Desa Karimunjawa setiap musim kemarau selalu kekurangan air. Kami usulkan pembangunan embung di legon lele, desain sudah jadi oleh BBWS tapi terkendali pembebasan lahan,” katanya pada Jumat, (11/10/2024).

Meskipun sudah dialokasikan anggaran, ia mengatakan sampai saat ini Pemkab belum mampu menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan. Sehingga saat musim kemarau pihaknya hanya bisa mengelola sumber air yang ada.

“Pemerintah daerah belum bisa membebaskan lahan. Kami mengelola sumber yang ada, tidak bisa menambah. Kami menertibkan saja,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Desa Karimunjawa, Arif Setiawan mengatakan bahwa seharusnya PDAM bisa lebih memaksimalkan sumber mata air yang ada.

“Dibandingkan membuat embung dengan dana puluhan miliar lebih baik dibuat perawatan ataupun pemaksimalan sumber air yang ada,” katanya melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Pelantikan Pimpinan DPRD Jepara Tertunda

Ia membenarkan bahwa untuk pembebasan lahan sampai saat ini memang bermasalah. Namun jika embung tidak ada pun masyarakat tetap bisa mendapatkan air jika sumber mata air dikelola secara benar.

“Pembuatan embung memang terkendala pembebasan lahan, tapikan jika sudah dibuat apakah masyarakat dikasih air dari air hujan. Seharusnya anggaran sebesar itu bisa dialihkan pembuatan ataupun perawatan sumber air yang ada,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER