Genjot Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor, Pemprov Jateng Akan Tagih Lewat RT

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot pendapatan pajak kendaraan bermotor dengan program Sengkuyung. Program Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) ini untuk menekan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Melalui program tersebut, pemerintah akan melakukan penagihan melalui surat tagihan kepada pemilik objek pajak, yang diberikan melalui Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayahnya.

Kepala Bappenda Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menjelaskan, sampai saat ini kurang lebih ada 2,6 juta lembar surat pemberitahuan yang disampaikan kepada wajib pajak yang menunggak.

-Advertisement-

Baca juga: Pemprov Jateng dan Jabar Jalin Kerja Sama Pengembangan Wilayah Perbatasan

“Target perolehan pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah pada tahun 2024 sekitar Rp6,5 triliun. Saat ini baru terealisasi sekitar 66,6 persen,” bebernya Nadi saat mendampingi Pj Gubernur Jateng menemui Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono di Rumah Dinas Puri Gedeh, Semarang, Selasa (22/10/2024).

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengatakan, perlu adanya akselerasi dan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dan menekan tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Upaya-upaya sudah dilaksanakan, tetapi pemenuhan target itu yang perlu ditingkatkan,” kata Nana.

Terkait hal itu, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang membuat program Sengkuyung. Program itu dapat menjadi contoh dan akan diterapkan secara nasional.

Baca juga: Terdampak Rob, 98 KK di Pekalongan Dapat Bantuan Rumah Gratis

Menurut Rivan, program tersebut menjadi inovasi yang bagus karena melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, bahkan sampai tingkat RT-RW. Program ini diharapkan juga menjadi edukasi kepada masyarakat atau pemilik kendaraan bermotor agar tidak mengejar pemutihan.

“Inovasi dari pembina Samsat daerah ini sangat diperlukan. Saya mengapresiasi. Inovasi ini baik karena melibatkan seluruh masyarakat sampai tingkat RT dan bisa mengidentifikasi pemilik kendaraan,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER