BETANEWS.ID, PATI – Seorang lelaki paruh baya diamankan polisi karena diduga telah melakukan tindakan asusila atau pencabulan. Mirisnya, aksi bejat itu dilakukan terhadap anak tirinya yang tinggal satu rumah.
Video pengamanan pria paruh baya tersebut ramai di media sosial. Salah satunya akun Facebook new viral. Video itu, memperlihatkan seorang pria dibawa keluar dari kantor desa menuju mobil Polsek Jaken.
Pria itu tampak dikelilingi polisi. Beberapa warga yang emosi melakukan pemukulan terhadap pria dalam video tersebut.
Video berdurasi 36 detik itu telah dikomentari puluhan netizen.
“Kasus demeni anak kwalon ra gelem kerja togel terus (mencabuli anak tirinya sendiri, tidak mau bekerja, main togel terus),” tulis akun @yuddi plus.
Sementara itu, kepala desa setempat mengatakan, bahwa pria itu disebut sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban sering mengalami pengancaman. Akibatnya, korban sering kali tidak berani berada di rumah. Ia lebih sering berada di rumah kerabatnya maupun kawan sekolahnya.
”Korban diancam. Kadang ndak berani di rumah. Kadang di rumah teman, kerabatnya. Ancamannya kekerasan. Sering KDRT. Di rumahnya berantakan,” ujar kades.
Ancaman ini membuat korban bungkam beberapa tahun atau sekitar tujuh tahun. Sejak kelas II SD hingga kelas IX SMP. Namun lantaran, melihat ayah tirinya tega KDRT kepada ibu kandungnya dalam pertengkaran hebat, korban akhirnya buka mulut.
“Terus akhirnya korban bilang ndak terima ibunya disakiti. Korban juga bilang digauli ayah tirinya. Itu terbongkarnya. Ngaku anaknya dicabuli sejak kelas II SD hingga IX SMP,” katanya.
Korban membongkar perbuatan bejat lelaki tersebut. Ibu korban pun terpukul. Hingga akhirnya, korban dan ibunya melaporkan perbuatan itu kepada pihak pemerintah desa.
”Sore ke TKP, keranjang dibakar, kamar di rusak. Untuk menghilangkan barang bukti. Di balai desa dipancing-pancing pernah sekali, tapi ngaku ndak masuk (alat vital).Saat di Polresta diinterogasi ngaku tiga-empat,” imbuhnya.
Mendengar penuturan korban, pihak pemerintah desa pun berkoordinasi kepada Bhabinkamtibmas. Mereka akhirnya meminta korban dan ibunya melaporkan perbuatan bejat ayah tirinya kepada kepolisian.
”Disidik dan divisum diantar Pak Carik. Warga emosi sudah memadati balai desa. Terus pelaku diamankan oleh pihak desa. Kemudian sekitar jam 4 sore kemarin, pelaku diamankan oleh pihak kepolisian,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

