BETANEWS.ID, PATIĀ – Jabatan Penjabat (Pj) Bupati Pati yang saat ini diemban oleh Henggar Budi Anggoro akan berakhir. Informasinya, hari ini, Sabtu (10/8/2024) dilakukan pelantikan untuk pejabat baru yang akan memimpin Pati dalam beberapa bulan ke depan.
Penggantian Pj Bupati Pati diberitahukan secara langsung oleh Henggar Budi Anggoro seusai menghadiri Karnaval Budaya Wangi Pradesa dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-701 Kabupaten Pati, Jumat (9/8/2024) malam.
“Malam ini, adalah malam terakhir saya menjalani sebagai Pj Bupati, karena besok ada pelantikan pengganti. Saya sudah dua tahun di Pati,” ujar Henggar.
Baca juga: Pernah Usul tapi āTak Dianggapā, DPRD Ogah Usulkan Kembali Nama Pengganti Pj Bupati Pati
Ia yakin, penjabat bupati yang akan ditempatkan di Pati, akan lebih baik dari dirinya.
“Saya yakin itu, karena saya tahu persis kinerjanya,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Henggar juga meminta maaf, jika selama ini terdapat kesalahan dan sesuatu yang kurang berkenan selama menjabat sebagai Pj Bupati Pati.
Ia berpesan kepada masyarakat Pati, agar apa yang sudah diperbuat dan dikembangkan, untuk ditingkatkan lagi.
“Saya yakin, apa yang sudah saya jalankan selama dua tahun ini, banyak sekali yang sudah saya perbuat. Banyak sekali penghargaan-penghargaan,ā ungkapnya.
Ia menyebutkan, salah satu penghargaan yang diterima adalah Universal Health Coverage atau sering disebut UHC. Penghargaan itu katanya berupa sertifikat maupun piala.
Baca juga: Kementan Targetkan Cetak 1 Juta Hektare Lahan Pertanian per Bulan
“Nah ke depan, saya harapkan bisa ditingkatkan lagi, sehingga keberadan UHC betul-betul bermanfaaf bagi masyarakat banyak. Di samping penghargaan itu, penghargaan lain sudah banyak yang saya peroleh,” ucapnya.
Terkait dengan penggantinya, Henggar awalnya enggan untuk mengungkapkan. “Besok sajalah lah ya, dari provinsi,” katanya.
Namun, ketika awak media menyebutkan nama Sujarwanto Dwiatmoko, dirinya mengiyakan. Sujarwanto ini, merupakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng yang juga Plh Sekretaris Daerah.
Editor: Ahmad Muhlisin

