31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Kasus Dugaan Inses Bapak-Anak di Pati: Pelaku Lakukan Berulang dan Korban Diancam

BETANEWS.ID, PATI – Kasus dugaan inses atau hubungan sedarah oleh bapak dan anak kandung terjadi di Kabupaten Pati. Pelaku, saat ini sudah dilaporkan ke Polresta Pati.

Sedangkan untuk korban yang merupakan pelajar usia 17 tahun, kini sudah mendapatkan pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pati.

Menurut Psikolog Tenaga Profesional Psikis UPTD PPA DP3AP2KB Pati, Dita Nurlitasari, pendampingan ini lebih kepada memantau kondisi psikologis korban yang mengalami depresi.

-Advertisement-

Baca juga: Pati Dihebohkan Dugaan Kasus Inses Bapak dan Anak, Korban Alami Depresi

“Dia itu histeris ketika bertemu orang baru, terutama laki-laki. Kemarin saya diminta untuk mendampingi, karena dia tidak mau berinteraksi selain perempuan,” ujar Dita di kantornya, Selasa (9/7/2024).

Dita mengungkapkan, kasus pelecehan seksual ini terjadi berulang kali dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara detail lokasinya di rumah atau tempat lain.

Dita juga menyebut, berdasarkan assesment, korban tidak mengalami kekerasan fisik, hanya kekerasan seksual saja. Namun, sang korban sering mendapatkan ancaman dari bapaknya.

“Dari hasil assesment yang kita lakukan, berdasarkan pengakuan korban seperti itu,” ucapnya.

Sedangkan berdasarkan cerita ibu korban, lanjut dia, sang anak pernah berobat ke psikiater. Namun, hal itu bukan berkaitan dengan kondisinya sekarang.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Wanita di Kosan Pati Masih Belum Terungkap, Rekaman CCTV Tak Jelas

“Bukan karena kondisinya, tapi lebih dianggap oleh bapaknya karena dia suka melawan. Artinya karena berobat bukan karena keadaannya sekarang,” sebutnya.

Pihaknya juga ke depan akan melakukan pendampingan, karena yang menjadi korban bukan hanya anak, tetapi juga ibu dari anak tersebut.

“Karena sebenarnya korbannya itu, kan, bukan anaknya saja, ya, tapi ibunya juga. Karena diduga pelakunya adalah bapaknya. Ke depan, kami lakukan pendampingan psikologis, untuk penguatan anak dan ibunya. Karena untuk mengikuti proses hukum itu, kan, waktunya lama, jadi memang kita butuh menguatkan, memberikan support sistem ke anak dan terutama sang ibu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER