31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Bukan Cuma Ngopi, di Pati Art Wear Pengunjung Juga Bisa Bikin Tato

BETANEWS.ID, PATI – Pati Art Wear (PAW) menjadi salah satu lokasi ngopi favorit bagi milenial di Kabupaten Pati. Di tempat ini, pengunjung tak hanya sekadar nongkrong sambil ngopi saja, tetapi juga bisa menikmati karya seni lukisan dari para seniman.

Bukan hanya itu, di sini pengunjung juga bisa membuat tato sesuai keinginan, sebab terdapat ruangan khusus yang menyediakan pembuatan tato.

“PAW ini kan memang konsepnya menggabungkan dua hal yang berbeda menjadi satu. Jadi PAW ini konsepnya workashop, ya. Jadi terdapat beberapa usaha. Di antaranya pembuatan tato, nail art, mural, hingga cuci sepatu,” ujar Fandy Putratama, Owner PAW.

-Advertisement-

Baca juga: J Cottage, Kafe Estetik di Tempur yang Suguhkan Pemandangan Alam Luar Biasa

Ia menyebut, untuk pembuatan tato, pihaknya bisa melayani pembuatan tato realis wajah, dotline, linework, brutal, hingga oriental seperti tato dari Jepang.

“Jadi banyak tato yang kita bikin. Tapi paling diminati sekarang itu tato skena, old school American style. Biasanya buat mbak-mbak skena,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Fandy itu menuturkan, ada banyak anak muda yang datang ke PAW untuk menato tubuhnya, mulai usia 20-30 tahun.

“Aku selalu berpesan, mau bertato yaitu siap bertanggungjawab atas diri kita sendiri. Karena seketika punya tato, tidak bisa kerja di kantoran ataupun PNS. Artinya mereka sudah siap berdikari,” ujarnya.

Baca juga: 39 Coffee Shop di Jepara Ini Padukan Kafe dan Gym, Tempat Luas dan Menu-menunya Juga Enak

Mereka yang menato tubuh, lanjutnya, karena ada beberapa alasan, seperti pencapaian, fashion, hingga depresi. Ia pun tidak setuju dengan stigma negatif tentang orang bertato.

“Stigma negatif itu dulu. Tapi sekarang lebih ke fashion menunjang percaya diri. Soalnya ada orang yang pantas ditato dan yang tidak pantas,” tambahnya.

Seniman muda asal Pati ini, menganggap karya seni bisa menghasilkan uang adalah sebuah pencapaian, sebab itu menunjukkan karya dihargai sesuai tujuan awal berdirinya PAW ini.

“Aku ingin mempunyai wadah untuk anak muda biar bisa terus berkarya, karena kita berpikir harus punya tempat hidup dari seni. Hidup dari karya apapun. Entah itu patung, lukisan, maupun grafiti, sehingga bisa dijual guna bertahan hidup,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER