31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

88 Guru Bahasa Indonesia di Kudus Ikuti Workshop Teater

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF) melalui Teater Djarumnya bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kudus menggelar workshop Seni Pertunjukan Teater, dengan tema Membangun Karakter Positif Melalui Teater. Acara yang diikuti 88 guru bahasa Indonesia SMP Kudus tersebut digelar di Super Soccer Arena.

Pembina Teater Djarum, Asa Jatmiko mengatakan, bahwa Workshop Seni Pertunjukan Teater merupakan inisiatif dari teman-teman MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kudus. Menurutnya, ide ini sangat bagus sehingga langsung didukung.

Baca Juga: Pj Bupati Kudus Sebut Banyak Warisan Budaya Lokal Terancam Punah

-Advertisement-

“Saya malah berharap kegiatan workshop ini nanti bisa menular ke MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Kudus. Serta sekolah-sekolah yang berada di naungan Kementerian Agama (Kemenag),” ujar pria yang akrab disapa Asa kepada Betanews.id, Minggu (19/5/2024).

Pembelajaran teater terutama untuk para guru, menurut Asa, cukup penting. Sebab, akan ada transfer pengetahuan tentang teater dari para narasumber yang kompeten kepada para guru.

“Sehingga para guru akan makin paham betul terkait teater. Dan, mengetahui kebutuhan yang diperlukan ketika membentuk kelompok teater di sekolah masing-masing. Para guru nantinya harus bisa mengimplementasikan pengetahuan yang didapat di workshop kepada para siswanya,” beber Asa.

Asa menuturkan, Workshop Seni Pertunjukan Teater ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar terkait seni teater. Tetapi workshop Training of Trainers (ToT).

“Empat hari mereka ikut workshop ini, kemudian nanti di Bulan Agustus 2024 mereka akan langsung berproduksi di sekolah masing masing, akan mementaskan senit tetaer. Tentunya, para pemainnya adalah para siswanya,” ungkap Asa.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Kudus, Sugiarto menyampaikan, kegiatan Workshop Seni Pertunjukan Teater dengan tema Membangun Karakter Positif Melalui Teater diikuti oleh 88 guru Bahasa Indonesia dari 44 SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Kudus. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran kepada anak-anak berupa kegiatan berteater melalui guru bahasa Indonesia.

“Setelah kegiatan workshop ini para guru harus menimplementasikan kepada anak didiknya untuk berkarya membuat seni pertunjukan teater. Tentunya para siswa nantinya terlibat langsung dalam proses produksi teater tersebut,” ujar Sugiarto kepada Betanews.id.

Sugiarto menuturkan, workshop digelar selama empat hari, mulai tanggal 18-21 Mei 2024. Hari pertama para peserta diberi pembekalan untuk menulis naskah teater dengan nara sumber yakni Idham. Di hari kedua, pembekalan berlatih keaktoran dengan Muhammad Zaini atau akrab disapa Jesi.

“Sementara di hari ketiga pembekalan terkait seni artistik yang meliputi tata panggung, lampu, dan make-up, dengan narasumber Noor Kholis. Di hari terakhir pembekalan terkait penyutradaraan dengan narasumber Alfianto,” bebernya.

Sementara itu peserta workshop yakni Dyah Puspita Sari mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan untuk ikut Workshop Seni Pertunjukan Teater yang disuport oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Menurutny, tujuan workshop ini sangat bagus sekali karena untuk membekali para guru dalam membelajarkan teater kepada para siswa.

“Tentunya kegiatan workshop ini bagus dan bermanfaat sekali untuk para guru. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih diperbanyak lagi, kalau bisa jadi agenda rutin. Sehingga setiap tahun kami bisa mendapatkan materi-materi yang bervariasi dan tentunya akan meningkatkan kualitas kami dalam pembelajaran berteater untuk para siswa,” ujar Dyah.

Baca Juga: Meriahnya Jambore Pokdarwis Jateng 2024 di Balai Jagong Kudus

Menurutnya, seni teater itu mempunyai banyak nilai positif kepada para siswa. Di antaranya adalah untuk melatih kepercayaan diri, melatih para siswa untuk mengeksplor bakat diri, sebagai pengetahuan bahwa mereka itu punya banyak potensi.

“Jika di teater ya potensi berakting, potensi berkoordinasi dan bersosialisasi. Sebab, teater itu seperti bangunan yang tidak diwujudkan oleh satu orang. Maka di sini koordinasi, kerja sama dan rasa percaya diri bisa kami ajarkan kepada anak-anak,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER