BETANEWS.ID, KUDUS – Arus mudik lebaran biasanya dimanfaatkan travel gelap untuk mengambil penumpang atau pemudik. Mereka memanfaatkan armada resmi mudik dari Perusahaan Otobus (PO) yang terbatas, sementara jumlah penumpang melonjak.
Menanggapi hal tersebut, Head Maintenance PO Haryanto, Muhammad Syafiq, mengatakan, pihaknya tak bisa melarang keberadaan travel gelap dalam mengangkut pemudik. Namun, pihaknya menyarankan para penumpang untuk naik armada mudik yang resmi.
“Kami sarankan untuk para penumpang pakailah armada mudik resmi. Kalau yang resmi itu tanggung jawabnya jelas. Apabila menggunakan jasa travel gelap, khawatirnya nanti terjadi tindak kejahatan yang tak diinginkan,” ujar Syafiq saat ditemui di garasi PO Haryanto Kudus, Jumat (29/3/2024).
Baca juga: Ini Harga Tiket Bus Haryanto Jurusan Muria Raya untuk Arus Mudik Lebaran
Dihubungi terpisah, manager operasional PO New Shantika, Hartotok Priyo Wiyono meminta agar travel gelap dilarang beroperasi. Sebab, travel gelap hanya beroperasi dan memanfaatkan momentum arus mudik saja.
“Apabila travel gelap niatnya membantu arus mudik. Harusnya beroperasinya sejak awal puasa, jadi ikut merintis. Jangan hadir saat ramai saja,” ujar Totok melalui sambungan telepon, belum lama ini.
Totok menungkapkan, sebenarnya keberadaan travel gelap tersebut tak berdampak langsung pada perusahaan otobus, karena penumpang yang diambil oleh travel gelap itu ketika penumpang armada PO sudah penuh.
Baca juga: Harga Tiket Bus Shantika Naik Berkala Saat Mudik Lebaran 2024, Ini Daftarnya
“Namun, momen arus mudik lebaran adalah masa panen para perusahaan di bidang jasa angkutan darat, terutama bus. Apabila tak ada travel gelap, para penumpang akan menunggu armada dari PO, sehingga kapasitas bus bisa jalan lebih banyak,” jelasnya.
Selain itu, Priyo berharap, di momen arus mudik lebaran tahun 2024 pihak kepolisian mengatur lalu lintas di tol. Bisa memberlakukan sistem one way di ruas tol yang arah ke Jakarta atau dengan sistem contraflow.
“Tujuannya agar tidak ada penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan. Sebab, momok di arus mudik adalah macet,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

