BETANEWS.ID, PATI – Momen Lomban Lupakan Sungai Tayu menjadi berkah tersendiri bagi nelayan yang ada di sana. Pada momen spesial itu, nelayan memanfaatkan perahunya untuk mengangkut penumpang menyusuri Sungai Tayu.
Pesta Lomban Kupatan yang biasa digelar sepekan usai Lebaran Idulfitri ini, kawasan Sungai Tayu didatangi ribuan warga untuk mengikuti gelaran acara tahunan itu.
Baca Juga: Mengulik Sejarah Tradisi Lomban Kupatan Sungai Tayu
Tak sekadar melihat aneka kegiatan dalam prosesi ritual larung sesaji hingga kirab, namun mereka juga menyempatkan waktu untuk naik perahu menyusuri Sungai Tayu.
Arifin, salah satu awak nelayan mengaku, pada Lomban Kupatan ini, hampir seluruh nelayan memanfaatkan perahu yang biasanya digunakan untuk mencari ikan di laut, kini digunakan untuk mengangkut penumpang.
Ia menyebut, bahwa momen Lomban Kupatan ini banyak warga yang naik perahu, baik bersama keluarga maupun rekan-rekannya.
“Ya ramai ini. Bisa sampai ratusan yang naik perahu. Yang punya perahu ini ya banyak yang narik,” ujar Arifin.
Katanya, untuk sekali angkut menyusuri sungai hingga ke muara, perahu yang dia gunakan dengan ukuran 7X3 meter itu, ia bisa membawa sekitar 30 penumpang.
Penumpang itu, katanya bukan hanya berasal dari wilayah Kecamatan Tayu saja, namun banyak juga yang berasal dari luar daerah.
Sementara itu, Lilim, salah satu warga mengaku, selalu rutin naik perahu setiap ada Lomban Kupatan Sungai Tayu.
“Ini tadi naik perahu bersama anak-anak. Biasanya kalau lomban memang naik perahu di sini,” kata Lilim.
Baca Juga: Ketua DPRD Minta Pj Bupati Pati Melek Mata soal Penanganan Bencana
Untuk bisa naik perahu menyusuri Sungai Tayu, ia mengeluarkan biaya sebesar Rp15 ribu untuk sekali jalan.
Dirinya yang berasal dari Tayu Wetan mengaku senang dengan momen seperti ini. Apalagi, bisa bersama keluarga menyusuri sungai Tayu.
Editor: Haikal Rosyada

