31 C
Kudus
Minggu, Mei 19, 2024

Bangunan Masjid Baitul Mukminin Bulungcangkring Kudus Ternyata Dulunya Adalah Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa yang menyangka bangunan Masjid Baitul Mukminin di Dukuh Pecinan, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut dulunya merupakan rumah warga setempat?

Masjid itu berdiri di atas tanah wakaf Almarhum H. Abdul Aziz atau Mbah Garno, sosok yang dikenal dengan kedermawaan dan kebaikannya.

Baca Juga: Museum Jenang, Tempat Ngabuburit Asyik di Kota Kretek

Muhammad Maikhan, warga setempat mengungkapkan bangunan masjid tersebut dahulunya merupakan bangunan rumah Almarhum H. Abdul Aziz namun akhirnya diwakafkan.

“Dulunya ini merupakan bangunan rumah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid. Berawal dari Almarhum H. Abdul Aziz beserta istrinya yang menunaikan ibadah haji namun, sang istri hilang di Makkah,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pada zaman dahulu saat menunaikan ibadah haji berbeda dengan zaman sekarang. Berangkatnya menggunakan jalur laut dengan menaiki kapal waktunya cukup lama yakni satu tahun perjalanan berangkat hingga pulang. Setelah kepulangannya tanpa sang istri, H. Abdul Aziz memutuskan mewakafkan rumahnya untuk dijadikan masjid.

“Karena tidak memiliki keturunan dan hidup sendirian sehingga beliau memutuskan untuk mewakafkan rumahnya pada tahun 1930 silam,” ujarnya.

Kemudian, pada tahun 1932 setelah terbangun masjid Almarhum sempat kebingungan untuk mencari nadzir atau pengelola masjid hingga akhirnya beliau menemui simbah kyai Sulaiman asal Dukuh Mijen, Bulungcangkring.

Diketahui, makam Almarhum H. Abdul Aziz berada di belakang masjid. Kyai Sulaiman juga dikenal sebagai sosok sohibul karamah karena perangainya yang baik.

“Mbah Kyai Sulaiman menjadi Nadzir disini dari tahun 1932 hingga wafatnya beliau ditahun 1978 silam,” ujarnya.

-Advertisement-

Baca Juga: Kolam Renang Kampung Kuto Tak Pakai Kaporit Lho, Airnya Pasti Lebih Sehat dan Segar 

Masjid Jami’ Baitul Mukminin mengalami tiga kali renovasi pada tahun 1992-2017. Kemudian dipercantik lagi dengan rehab yang ketiga kali pada tahun 2017-2021 lalu. Masjid tersebut juga merupakan masjid tertua yang ada di Desa Bulung Cangkring.

“Namun dari beberapa kali rehab ada peninggalan yang masih utuh dari bangunan masjid yang pertama yaitu mustaka. Mustaka itu dibeli dari di Desa Ngetok dan mustakanya diarak dari Ngetok ke Ngembal sampai Desa Bulungcangkring, pada tahun 1932-1992,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER