31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Melonjaknya Harga Beras jadi Biang Kerok Naiknya Inflasi di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Dalam beberapa pekan ini, indeks inflasi di Kabupaten Pati merangkak naik. Kenaikan inflasi dipicu adanya sejumlah harga komoditas yang mengalami kenaikan selama bulan Februari ini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Hadi Santoso menyampaikan, indeks inflasi yang terjadi saat ini relatif tinggi.

Baca Juga: Bawaslu Pati Berharap Masyarakat Ikut Kawal Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara

-Advertisement-

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi harga komoditas seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang putih dan bawang merah yang merangkak naik.

“Semoga minggu ini harga keempat komoditas ini tidak terlalu naik tajam. Sehingga kami bisa mempertahankan indeks perkembangan harga di angka dua persen,” ujar Hadi dalam melalui via WhatsApp, Rabu (21/2/2024).

Ia menyebut, berdasarkan pantauan Disdagperin Pati, Indeks Perkembangan Harga (IPH) relatif tinggi. Pekan ini merupakan titik tertinggi dengan angka 2,5 persen. Angka ini, lanjut Hadi naik dari IPH minggu sebelumnya yang hanya mencapai 1,8 persen saja.

Sementara dari sumber yang sama, Hadi menyebut, di awal bulan Februari inflasi telah mencapai satu persen. Meski begitu, Hadi menyebut angka inflasi terhitung tinggi dari tren yang dialami Kabupaten Pati.

“Kami berupaya menekan inflasi dengan mendatangi pasar, agen, distributor. Kami meminta agar mereka tidak menahan barang sehingga barang di pasaran terpenuhi,” ungkapnya.

Hadi menduga, lonjakan harga yang terjadi lantaran memasuki bulan Ramadan. Dirinya menyebut, berdasarkan pantauan di lapangan beberapa harga memang mulai merangkak naik.

“Tetapi kalau kenaikan harga beras ini bukan faktor bulan Ramadan saja. Bisa jadi masa panen yang telat membuat beras langka. Apalagi para beras dari petani Pati banyak dijual keluar ke daerah,” imbuhnya.

Katanya, berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, kenaikan harga beras terjadi di dua pasar di Pati yanki pasar Sleko 1 dan Pasar Puri Baru. Pasar Sleko 1 atau pasar beras, harga tertinggi beras telah menyentuh Rp17.000 per kilogram.

Baca Juga: Gegara Ini, Kecamatan Cluwak Baru Besok Laksanakan Rekapitulasi Penghitungan Suara

Sementara di Pasar Puri Baru kenaikan harga beras dirasakan di semua jenis beras. Mulai dari kualitas biasa dari Rp12.000 naik menjadi Rp14.000, kualitas super dari Rp14.000 menjadi Rp17.000. Kemudian beras wangi dari Rp15.000 naik menjadi Rp18.000 dan beras kemasan 2,5 kilogram dari harga Rp37.000 menjadi Rp41.000.

Hadi mengatakan, selain meninjau pasar, pihak dinas berencana menggelar pasar murah sebelum bulan Ramadan untuk menekan angka inflasi. Setidaknya 4.950 paket disediakan untuk pasar murah.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER