31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Dinilai Lambat Tangani Kasus Dugaan Kecurangan Seleksi Perades, Polresta Pati Didemo

BETANEWS.ID, PATI – Ratusan orang dari organisasi Pemuda Pancasila (PP) menggeruduk Mapolresta Pati,Senin (11/9/2023). Mereka menuntut agar polisi menyelesaikan kasus dugaan kecurangan seleksi perangkat desa yang sudah dilaporkan pada 2016 dan 2022 lalu.

Dalam kesempatan itu, mereka juga membawa kue yang merupakan bentuk sindiran. Pendemo mengibaratkan, pengisian perangkat desa layaknya bagi-bagi kue.

Beberapa perwakilan pendemo, kemudian melakukan orasi. Mereka menuntut agar polisi bisa menyelesaikan kasus dugaan kecurangan perangkat desa di beberapa desa yang ada di Pati. Setelah beberapa saat melakukan orasi, perwakilan pendemo kemudian diterima pihak Polresta Pati untuk audiensi.

-Advertisement-

Baca juga: Banyak yang Kosong, DPRD Pati Minta Pengisian Perangkat Desa Dilakukan Tahun Ini Juga

“Kami di sini dalam rangka penegakan supremasi hukum di kabupaten Pati, yaitu kasus praga (perangkat desa gagal). Sudah lama kita menunggu. Kasus 2022 ada, bahkan kasus yang 2016 juga ada,” ujarKetua  Calon Perangkat Desa Gagal (Capraga) Pati, Muhammad Chundori.

Ia menyebut, kasus dugaan kecurangan perangkat desa sudah dilaporkan pada 2016 lalu, yaitu di Tambakromo. Namun hingga kini, kasus itu disebutnya terkatung-katung.

“Harapan kami, kasus yang sudah tujuh tahun itu bisa selesai dengan baik. Sebenarnya kasusnya sama yang 2022 di Sukoharjo. Kalau yang satu selesai, harusnya yang lain juga selesai, karena kasusnya sama, tidak perlu berbelit-belit,” ungkap Chundori.

Pihaknya juga menginginkan, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), dikirim secara bertahap secara kontinyu. Sebab, menurut Chundori, pihaknya sudah lama tidak mendapatkan SP2HP tersebut.

“Kalau polisi menyatakan sudah mengirim, tapi kenyataannya kita tidak menerima,” imbuhnya.

Baca juga: Ketua DPRD Harapkan Pj Bupati Pati Segera Ubah Perbup Soal Pengisian Perangkat Desa

Dirinya mengatakan, usai diterima audiensi, Wakasat Reskrim Polresta Pati disebutnya akan segera menindaklanjuti kasus tersebut. Ia pun menegaskan, bahwa pihaknya tidak menginginkan untuk mengirimkan kue yang kedua kalinya. Sebab, dirinya tidak menjamin, masa yang datang jumlahnya sebanyak yang ikut hari ini.

“Bsa jadi sampai dua ribu bahkan lebih. Karena tidak menutup kemungkinan saudara-saudara dari kabupaten lain ikut. Dari Blora, Kudus, Jepara, Demak dan lainya  ikut mendukung kita,” ucapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER