31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Ada Warganya Tak Mampu Beli Makan, Hartopo Sebut Itu Tak Masuk Kemiskinan Ekstrem

BETANEWS.ID, KUDUS – Muhammad Subhan (65) warga Desa Burikan, Kecamatan/Kabupaten Kudus sejak 12 tahun yang lalu mengalami kebutaan. Karena tak bisa melihat, ia pun tak bisa bekerja dan tak punya uang untuk makan. Bahkan untuk sekedar makan beberapa kali Muhammad Subhan harus menjual perabot rumah tangga.

Karena sudah tak ada perabot yang bisa dijual, pria yang tinggal bersama dua putrinya itu beberapa hari yang lalu mengeluh kepada Bupati Kudus dan minta bantuan. Mendengar keluhan tersebut, orang nomor satu di Kudus itu langsung gerak cepat, memberikan sumbangan uang sebesar Rp6 juta dan paket sembako.

Meski mendapati warganya tak mampu makan, tapi Hartopo tak mengakui bahwa di Kabupaten Kudus ada orang yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Menurutnya, apa yang dialami oleh Subhan itu bukan kemiskinan ekstrem, tapi lebih karena ada problem rumah tangga.

Baca juga: Dengar Keluhan Warganya yang Tunanetra Tak Mampu Beli Makan, Hartopo Gercep Beri Bantuan

“Namanya kemiskinam ekstrem itu memang tidak ada penghasilan dan dia butuh makan untuk mencukupi diri sehari-hari. Itu kemiskinan ekstrem,” ujar Hartopo kepada Betanews.id usia memberikan bantuan kepada Muhammad Subhan, Kamis (15/6/2023).

Hartopo menuturkan, bahwa keadaan Subhan sebetulnya masih layak, karena dua anaknya kerja dan punya penghasilan, walaupun memang kerjanya serabutan.

“Walaupun kerjanya serabutan, artinya sudah bisa mencukupi. Karena ini kondisi baru kurang harmonis, jadi memang perlu bantuan untuk bapak ini dan beliau juga ada kekurangan, karena tidak bisa melihat,” jelasnya.

Baca juga: Di Kudus Ternyata Masih Terdapat Ribuan Warga yang Tergolong Miskin Ekstrem

Sebagai informasi, penduduk bisa dikatakan  dan masuk dalam kategori miskin ekstrem adalah mereka yang memiliki pengeluaran kurang dari Rp11.604 sehari.

Semetara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Rahmadi Agus Santosa, mengatakan, di tahun 2022 warga Kudus yang tergolong miskin ekstrim ada 5.640 orang atau 0,64 persen dari total penduduk. Jumlah tersebut sebenarnya sudah turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.840 jiwa.

“Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kudus mengalami penurunan sekitar 0,37 persen di tahun 2022. Data tersebut merupakan hasil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional ( Susenas ) tahun 2022 yang hasilnya keluar pada Agustus,” ujar Agus ketika ditemui di kantornya, Selasa (7/2/2023).

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER